Yuk Pahami 11 Prinsip Asuransi Syariah Berikut

  • Whatsapp

Asuransi menjadi satu kata yang sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang, di tengah-tengah masyarakat juga asuransi ini masih menuai pro dan kontra.

Terlepas dari itu semua, saat ini dunia asuransi terus mengalami perkembangan guna menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Read More

Salah satunya dapat dilihat dengan hadirnya asuransi syariah. Tapi hal-hal apa saja sebenarnya yang menjadi prinsip asuransi syariah ini?

Sebagaimana diketahui bahwa salah satu penyebab masyarakat kontra terhadap asuransi dikarenakan sering terjadinya kezaliman terhadap nasabah.

Oleh karena itu, saat ini sudah hadir asuransi syariah yang jika melihat dari prinsipnya cukup berbeda dengan asuransi konvensional. Untuk lebih jelasnya, mari simak beberapa prinsip yang harus dimiliki oleh asuransi syariah berikut ini.

1. Mengedepankan Tauhid

Dalam Islam, tauhid adalah pilar dan pondasi utama dalam menjalankan berbagai aktivitas kehidupan ini. Hal tersebut juga berlaku dalam asuransi syariah.

Seseorang yang ikut tergabung dalam asuransi syariah harus meniatkan bukan untuk mencari keuntungan semata. Melainkan sebagai bentuk penyempurnaan ikhtiar yang semuanya tetap dikembalikan pada Allah.

2. Memuat Sikap Tolong Menolong

Prinsip asuransi Syariah yang selanjutnya adalah tolong-menolong. Ketika memutuskan untuk bergabung dengan asuransi Syariah, maka setiap orang meniatkan besaran uang yang disetorkan adalah untuk menolong orang yang terkena musibah.

Prinsip ini juga dalam Islam dinamakan ta’awun. Jadi tidak ada dalam benak nasabah agar uang yang telah disetorkan bisa kembali di masa yang akan datang.

Semuanya diniatkan untuk saling membantu dan tolong menolong. Sehingga walaupun uang tersebut tidak kembali di masa depan maka itu sudah termasuk infaq.

3. Berpegang Teguh Pada Keadilan

Islam sangat menjunjung tinggi prinsip keadilan. Tidak boleh ada satu pihak pun yang dirugikan dalam asuransi syariah, baik nasabah maupun pengelola.

Oleh karena itu segala sesuatunya harus jelas terlebih dahulu perjanjian nya seperti apa. Jadi hak dan kewajiban dari masing-masing pihak bisa sama-sama dijalankan tanpa ada salah satu pihak yang dirugikan.

4. Dilandasi Dengan Prinsip Amanah

Dikarenakan dalam asuransi syariah ini niatnya bukan untuk mencari keuntungan, maka pengelola asuransi syariah harus benar-benar amanah. Artinya semua dana yang masuk dan keluar harus dicatat sedemikian rupa secara transparan. Hal ini supaya muncul rasa percaya diantara sesama nasabah.

Begitu pun dengan nasabah, saat ada klaim maka tidak boleh dibarengi dengan kebohongan. Hal ini dilakukan agar kedua belah pihak tidak sama-sama memunculkan rasa curiga yang justru akan merusak dari prinsip amanah itu sendiri.

5. Memiliki Prinsip Saling Ridha

Prinsip asuransi syariah berikutnya yang harus ada adalah sikap saling ridha. Maksud dari sikap ini yaitu nasabah harus rida atau menerima bahwa dana yang disetorkannya akan dikelola oleh perusahaan sesuai prinsip syariah yang berlaku.

Pengelola juga harus ridha dengan semua hal yang sudah diamanahkan oleh para nasabah. Baik untuk perihal mengelola dana, menyalurkan nya kepada yang terkena musibah, dan lain sebagainya. Jadi kedua belah pihak harus benar-benar ridha terhadap hal-hal yang telah ditetapkan bersama.

6. Ada Juga Prinsip Untuk Kerja Sama

Hampir sama dengan asuransi konvensional, dalam asuransi syariah juga ada yang namanya prinsip kerjasama. Prinsip ini dilakukan antara nasabah dan pengelola yang disepakati sejak awal.

Dengan adanya prinsip ini maka kedua belah pihak harus sama-sama menjalankan hak dan kewajibannya yang mengacu pada hal yang telah disepakati di awal.

7. Tidak Ada Praktek Riba

Hal yang membedakan antara asuransi syariah dan juga asuransi konvensional yaitu adanya prinsip asuransi yang menghindari praktek riba. Sebagaimana diketahui bahwa asuransi konvensional sangat erat kaitannya dengan riba.

Nah dalam asuransi syariah hal ini tidak boleh ada sama sekali. Selain karena hal ini memang terlarang dalam agama Islam, riba juga dapat merugikan salah satu pihak yang terlibat. Baik nasabah maupun pengelola.

8. Menghindari Gambling Atau Taruhan

Unsur gambling atau taruhan pun menjadi prinsip selanjutnya yang tidak boleh ada dalam asuransi syariah.

Jika dalam asuransi konvensional hal yang satu ini sangat lumrah untuk ditemui, maka hal ini berbeda dengan asuransi Syariah. Oleh karena itu dalam asuransi Syariah tidak berlaku prinsip risk transfer atau saling berbagi resiko.

9. Menghindari Prinsip Ketidakjelasan

Gharar atau ketidakjelasan merupakan hal lainnya yang sangat dihindari dalam asuransi syariah. Prinsip asuransi yang satu ini sangat nampak jelas dalam pelaksanaan asuransi konvensional. Padahal sesuatu yang tidak jelas (gharar) dilarang dalam agama. 

10. Berprinsip Pada Saling Menanggung Resiko

Perbedaan paling mendasar antara asuransi syariah dan asuransi konvensional terletak dari bagaimana melihat sebuah resiko. Jika pada asuransi konvensional ada istilah risk transfer, maka dalam asuransi syariah hal tersebut diganti dengan risk sharing.

Artinya dana yang dikumpulkan secara sukarela oleh nasabah dapat digunakan oleh nasabah lainnya yang jika suatu saat terkena musibah. Jadi sesama anggota nasabah saling menanggung resiko dengan nasabah yang lainnya.

Baca juga: Apa itu Forex ? Yuk Simak Ulasannya

11. Tidak Boleh Ada Praktek Suap-Menyuap

Yang terakhir, dalam asuransi Syariah tidak diperkenankan untuk adanya praktik suap-menyuap. Kegiatan yang satu ini sangat dilarang keras karena hanya akan menguntungkan salah satu pihak saja sementara banyak pihak yang akan dirugikan.

Itulah 11 prinsip asuransi yang harus dimiliki oleh sebuah asuransi Syariah. Jika semua poin yang sudah disebutkan di atas semuanya lengkap, maka rasanya tidak mesti ada lagi pertentangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Bahkan akan sangat banyak masyarakat yang terbantu jika suatu Lembaga atau perusahaan asuransi memegang teguh 11 prinsip tersebut.

Related posts