Ulasan Lengkap Seputar Institut Teknologi Indonesia: Sejarah, Program Studi, dan Keunggulan

  • Whatsapp
Tim Dosen Program Studi Teknik Mesin ITI (Foto: iti.ac.id)

Mencari kerja bukanlah hal yang mudah pada zaman yang penuh persaingan seperti sekarang ini. Oleh karena itu, bagi yang ingin melanjutkan pendidikan untuk berkuliah, mulailah mencari banyak informasi universitas terbaik.

Salah satu lembaga pendidikan tinggi terbaik dan mampu menciptakan lulusan yang kompeten adalah Institut Teknologi Indonesia.

Read More

Institut Teknologi Indonesia telah melahirkan ribuan lulusan yang mampu bekerja di berbagai sektor, tidak hanya sektor teknik dan teknologi saja.

Selain itu, adanya tokoh penting dan ahli Indonesia dibelakangnya membuat lembaga tinggi ini begitu menarik untuk dipilih. Jika tertarik untuk berkuliah di ITI, berikut ini adalah ulasannya.

Sejarah Lahirnya Institut Teknologi Indonesia

Pendirian ITI lahir dari adanya kekhawatiran akan kurangnya tenaga insinyur di Indonesia pada tahun 1983. Pasalnya, pada saat itu masih terbatasnya Lembaga Perguruan Tinggi yang dapat menghasilkan sarjana teknik.

ITI juga hadir atas dasar pemikiran bahwa teknologi adalah milik semua bangsa dan dibutuhkan Sumber Daya Manusia yang mumpuni untuk menjadi bangsa yang maju.

Oleh karena itu, Persatuan Insinyur Indonesia (IPI) memberikan gagasan untuk mendirikan sebuah pendidikan tinggi teknik untuk mencetak lebih banyak insinyur di Indonesia.

Gagasan tersebut melahirkan Yayasan Pengembangan Teknologi Indonesia (YPTI) pada tanggal 24 Februari 1984. Pada saat itu, YPTI diketuai oleh Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie sebagai Ketua Dewan Pembina YPTI yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.

PII mendukung penuh gagasan YPTI untuk mendirikan ITI agar Indonesia bisa mencetak lebih banyak tenaga Sarjana Teknik yang berkualitas.

Adanya Kongres Nasional PII ke XI pada 17 sampai dengan 19 Mei 1984 memberikan mandate pada pengurus baru PII untuk mendirikan perguruan tinggi teknik.

Pendirian ITI kemudian ditetapkan pada tanggal 2 Juni 184 yang termaktub dalam Surat Keputusan Yayasan No. 01/Kept-YPTI/84. Pada pertama kali didirikan, ITI terdiri dari tiga fakultas dan dengan Sembilan fakultas.

Kegiatan perkuliahan pertama kali diselenggarakan pada 1 Oktober 1984 dan dijadikan sebagai Dies Natalis ITI. Meskipun pada saat itu ITI merupakan lembaga pendidikan tinggi yang terbilang baru, namun mampu menjaring mahasiswa sebanyak 900 orang.

Untuk terus eksis dan berkembang, pada tahun 2007 – 2008, ITI melakukan reorganisasi dan juga restrukturisasi.

Sektor yang direstrukturisasi adalah kurikulum, sumber daya alam (dosen dan karyawan), dan juga manajemen. Adanya perubahan tersebut membuat ITI berkiblat menjadi “The Technology Based Entrepreneur University”.

Program Studi Institut Teknologi Indonesia

Pada mulanya, pendirian ITI dimaksudkan untuk mencetak lebih banyak sarjana teknik di Indonesia. Namun, semakin luasnya permintaan pengguna lulusan, ITI hadir dengan menawarkan lebih beragam program studi.

Berikut ini adalah beragam program studi yang ditawarkan oleh ITI yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi:

1. Program Sarjana (S1)

Awalnya, ITI hanya memiliki Sembilan program sarjana saja, namun kini telah berkembang menjadi sepuluh program sarjana. Adanya program sarjana yang semakin beragam menjadikan ITI sebagai salah satu pendidikan tinggi yang menarik untuk dijadikan sebagai pilihan.

Beberapa program sarjana (S1) yang ditawarkan oleh Institut Teknologi Indonesia adalah teknik elektro, teknik mesin, teknik industri, dan teknik kimia. Ada juga program sarjana informatika, teknik sipil, arsitektur, perencanaan wilayah dan kota, teknologi industri pertanian, dan manajemen.

2. Program Diploma (D3)

Teknik mesin otomotif merupakan satu-satunya program studi yang ditawarkan di program diploma (D3) ITI. Ada dua divisi pada prodi ini, yaitu divisi rancang bangun dan produksi serta divisi teknologi proses. Prodi ini hanya ditempuh dengan 114 SKS dengan lama studi selaama tiga tahun atau dalam 6 semester.

Keunggulan Institut Teknologi Indonesia

ITI merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang layak untuk dipertimbangkan karena memiliki program studi yang lengkap dengan nilai akreditasi yang baik.

Selain itu, ITI juga memiliki beberapa keunggulan sehingga mampu menyaingi perguruan tinggi lain. Berikut ini adalah beberapa keunggulan yang dimiliki ITI:

1. Diprakarsai oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

Seperti yang telah diketahui sebelumnya jika hadirnya ITI dilatarbelakangi adanya kekhawatiran dari PII akan terbatasnya sarjana teknik di Indonesia saat itu.

Adanya kekhawatiran tersebut menghadirkan gagasan untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan tinggi yang mampu melahirkan sarjana teknik yang berkualitas.

Oleh karena itu, didirikanlah ITI sebagai lembaga tinggi di Indonesia yang mampu mencetak insinyur handal sehingga bisa mengejar ketertinggalan bangsa yang lain. Pendirian ITI juga didukung oleh tokoh bangsa yang ahli dibidang teknologi dan profesional, seperti Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie.

2. Memiliki Komitmen yang Tinggi dalam Meningkatkan Daya Saing

Sebagai lembaga pendidikan tinggi, ITI memiliki komitmen yang tinggi dan kuat untuk terus meningkatkan daya saing dan martabat Bangsa Indonesia. Caranya, yaitu melalui sistem pendidikan yang dirancang khusus dalam bidang keteknikan atau teknologi yang efisien dan juga berkualitas.

Dengan begitu, bagi anak bangsa yang ingin melanjutkan pendidikan dalam bidang keteknikan atau berbasis teknologi dan wirausaha, bisa melanjutkan pendidikannya di ITI. Komitmen tersebut juga disertai dengan berkualitasnya para pengajar yang mampu mencetak lulusan yang unggul.

3. Biaya Kuliah Terjangkau

ITI hadir dengan program (kurikuler, ekstrakurikuler, maupun co-kulikuler) yang kreatif dan efektif sehingga biaya kuliah menjadi lebih efisien.

Meskipun begitu, ITI mampu menjaga kualitas sebagai lembaga pendidikan tinggi yang patut dipertimbangkan. Maka, ITI bisa dijadikan solusi sebagai pendidikan tinggi berkualitas dengan biaya kuliah terjangkau sehingga dapat menjaring lebih banyak anak bangsa yang potensial.

4. Universitas yang Mampu Mencetak Pengusaha Berbasis Teknologi

ITI terus melakukan inovasi dan menyikapi perubahan dengan berorientasi pada Technology Based Entrepreneur University. Oleh karena itu, dalam setiap program studi, baik program sarjana maupun diploma, diselipkan ilmu dasar-dasar kewirausahaan.

Dengan begitu, lulusan tidak hanya bisa berkarir di industri sesuai background pendidikannya tetapi juga bisa menjadi pengusaha.

Baca Juga: Hari Pendidikan Nasional jadi Momen untuk Mengenang Kembali Perjuangan Bapak Pendidikan

5. Memiliki Kelas Paralel

Keunggulan lainnya yang ada pada ITI yaitu adanya kelas paralel dengan tiga prodi yang ditawarkan, yaitu teknik elektro, teknik sipil, dan arsitektur.

Kelas paralel ITI dapat dijadikan sebagai alternatif lembaga pendidikan tinggi terbaik bagi calon mahasiswa yang sudah bekerja namun ingin melanjutkan pendidikan,

Itulah ulasan lengkap seputar Institut Teknologi Indonesia yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi. ITI merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang menawarkan banyak program studi.

Selain itu, ITI juga memiliki banyak keunggulan di dalamnya sehingga menjadi salah satu lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang patut dipertimbangkan.

Related posts