Du’Anyam, Menganyam Mimpi Wanita di NTT

Menciptakan produk berkualitas & meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar adalah dua hal yang berusaha dibangun lewat brand Du’ Anyam.

 Sebagai salah satu kerajinan tradisional, anyaman memang sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. Selain bahannya yang alami, produk turunan dari anyaman juga sangat banyak, contohnya saja tikar, keranjang, tas, dan lain-lain. Di beberapa daerah di Tanah Air, kemampuan menganyam bahkan diajarkan secara turun-temurun.

Salah satu daerah yang penduduknya memiliki kemahiran dalam menganyam adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun sayang kerajinan ini sempat ‘terlupakan’ dan hanya ibu-ibu paruh baya yang memiliki kemampuan menganyam. Pada 2015, kerajinan menganyam ini kembali dibangkitkan oleh Hana Keraf dan kawan-kawan.

Berawal dari masalah sosial

Latar belakang Hana yang sempat bekerja di sebuah Non Government Organization (NGO) di NTT membuatnya cukup mengenal wilayah tersebut. Di sana ia menemukan bahwa masalah kesehatan pada ibu dan anak cukup memprihatinkan, bahkan di sana juga merupakan wilayah dengan kasus kematian ibu dan anak tertinggi. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya tingkat sosial ekonomi. Meskipun pemerintah dan beberapa NGO telah menggalakan program kesehatan gratis, nyatanya ada saja gap yang membuat masyarakat tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah para ibu yang ternyata tidak memiliki uang cash untuk sehari-hari. “Untuk bisa berobat ke Puskesmas kan harus punya fotokopi KTP, nah mereka uang seribu rupiah aja untuk fotokopi nggak ada,” ujar Hana yang orang tuanya lahir di NTT.

Untuk menjawab masalah ini, dipilihlah model bisnis kewirausahaan sosial yang berkelanjutan. Hanna bersama dengan Azalea Ayuningtyas, Melia Winata, dan Zona Ngadiman membangun sebuah social entrepreneurship bernama Du’ Anyam.

Dalam bahasa Flores, Du’ berarti ibu, sehingga Du’ Anyam bermakna ibu yang menganyam.”

Du’ Anyam adalah sebuah kewirausahaan sosial yang mengusung peran aktif dalam mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak yang terjadi di NTT. Lewat Du’Anyam, Hanna dan teman-temannya menggandeng para ibu dan wanita di daerah NTT untuk menganyam daun lontar sebagai satu alternatif pendapatan tambahan dari sekadar berladang.

Proses produksi di dua daerah

Duanyam1

Di lini produksi, Du’Anyam memiliki dua wilayah. Pertama di NTT sebagai pusat pengolahan raw material, kemudian Jakarta sebagai kantor utama dan tempat workshop. Bahan setengah jadi berupa hasil anyaman dikirim ke Jakarta untuk diolah menjadi ragam produk, seperti tas, souvenir, dan produk kerajinan lain berbahan daun lontar.

duanyam

Dari segi desain, meski menggunakan bahan alami namun produk yang dihasilkan Du’ Anyam bergaya modern dan tidak ketinggalan zaman. Hal ini juga berkat masukan dari tim Du’Anyam pada para ibu penganyam. Hana juga menambahkan, bahwa Du’Anyam tak ingin dikenal semata karena menjual kemiskinan dari NTT. “Kami ingin Du’Anyam dikenal karena memang kualitas dan desain produknya yang bagus.”

Hasil produksi Du’ Anyam sebagian besar dipesan oleh hotel-hotel, dan juga dijual secara online salah satunya di Qlapa.

Weaving A Better Generation

Meski tergolong bisnis sosial yang masih muda, namun kini Du’Anyam memiliki kurang lebih 300 ibu dan wanita penganyam dari 16 desa di NTT. Tentunya angka tersebut buah keringat mereka selama 4 tahun terakhir. Hal ini yang diamini Hanna sebagai sebuah achievement atas apa yang ia lakukan sejauh ini. Para ibu dan wanita kini sudah memiliki pendapatan lebih selain berkeringat di ladang pertanian. Di sela waktu, atau dalam kondisi mengandung, mereka dapat menganyam.

Namun, jauh sebelum semua itu tercapai, Hanna membagi sedikit ceritanya saat membangun Du’Anyam. Berbekal 16 pengrajin di tahun 2013, ia dan temannya terus melakukan inovasi serta mengedukasi para penganyam agar kualitas produk yang dihasilkan tetap terjaga. Dari 16 ibu-ibu pertama yang bergabung, hampir semuanya menginjak usia 40 tahun ke atas, dan kini semakin banyak perempuan muda menjadi pengrajin Du’Anyam. “Semakin banyak perempuan muda yang ikut. Walaupun tidak bisa menganyam, justru kita lebih senang. Kita ajarkan keahlian dasar ke mereka. Selain memberdayakan perempuan, In a way kita membantu pelestarian budaya.”

Dengan keberadaan Du’Anyam, perlahan keadaan ekonomi para ibu pengayam juga mengalami perbaikan.“Setelah penjualan pertama kami di bulan September 2015, peningkatan ekonomi ibu dan wanita cukup meningkat. Dari yang sebelumnya hanya bertani dengan pendapatan per tahun sekitar Rp6-8 juta, kini para ibu dan wanita bisa mendapat Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per minggu,” tutur Hanna.

Duanyam 2

Tidak berhenti sampai di situ. Sebagian hasil dari penjualan produk pun digunakan untuk memperbaiki dan memenuhi kebutuhan pangan sehat para ibu dan anak. “Sebagian pendapatan mereka disisihkan untuk membangun kandang ayam contohnya. Itu bertujuan untuk memberikan nutrisi protein dari telur kepada para penganyam,” jelas Hanna.

Ia melanjutkan ceritanya. Perubahan lain yang dilihat seiring berjalannya Du’Anyam adalah perilaku para ibu yang kini mulai berubah. Mereka mulai berani bersuara karena sudah bisa lebih mandiri. Mendapat penghasilan lebih. “Kita lihat dari beberapa kasus, ibu-ibu kita sekarang jadi lebih percaya diri, lebih bisa mengambil keputusan untuk anak-anaknya, yang sebelumnya dipegang penuh oleh suaminya,” kata Hanna. “Weaving a better generation,” sambungnya.

Aspek Bisnis dan Sosial yang Sejalan

Duanyam 3

Saat ini ada 2 proyek yang dijalankan Du’Anyam, yakni project bisnis dan sosial, begitu mereka menyebutnya. Untuk bisnis sosial, mereka sedang menjalankan program peningkatan gizi untuk para ibu dan wanita yang menganyam. Jika mereka menganyam di Du’Anyam, sebagian pendapatan mereka akan disisihkan untuk pembangunan kandang ayam. Kemudian, mereka juga berkolaborasi dengan program pemerintah, seperti tabungan bersalin maupun pemberian makan tambahan.

Sementara untuk proyek bisnis, Hanna dan teman-temannya sedang memikirkan ekspansi ke daerah lain untuk produk anyamnya. Mereka melakukan kerja sama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melebarkan sayap ke Papua, yang terkenal dengan anyaman kulit kayu. Pun juga bekerja sama dengan pihak lain untuk memperluas jaringan hingga ke Lombok.

“Dengan ekspansi ke daerah lain, kita akan punya hasil produk yang berbeda juga. Produk kita akan lebih banyak, gak cuma daun lontar. Karena daun lontar sendiri punya baik dan buruknya untuk beberapa desain,” tutur Hanna.

Selain itu, langkah bisnis di tahun 2017 ini Du’Anyam juga akan lebih fokus meningkatkan kolaborasi dengan brand-brand lokal di Indonesia dan mencoba untuk mengekspor produk ke Jepang.

Artikel lain yang mungkin kamu suka:

SemburArt, Solusi “Keberantakan” yang Penuh Seni

5 Brand Tas Kulit Lokal dengan Kualitas Terbaik

tas anyaman 1

Jauh dari Kesan Kuno, Tas-tas Anyaman Handmade Ini Justru Buat Penampilanmu Makin Modis

Ketika melihat tas yang dibuat dengan teknik anyaman, kamu pasti langsung berpikir bahwa alat bawa tersebut tampak sangat unik. Bagaimana tidak, kental dengan nuansa handmade, tas anyaman juga tampak begitu orisinal dan natural. Teknik anyaman yang bisa dibilang bukan teknik mudah kian menambah kesan unik pada tiap tas anyaman handmade yang kamu lihat.

Sayangnya, sebagian orang masih beranggapan tas anyaman handmade terkesan tidak modis sehingga ada kesan malas untuk menggunakan ke beragam acara. Padahal, kini banyak tas anyaman yang tampil cantik dan keren dengan nuansa kekinian yang membuat gayamu tidak ketinggalan zaman. Tas-tas anyaman handmade tersebut dijamin membuat gayamu tidak hanya eksklusif dan unik, melainkan juga tampak chic sepanjang waktu.

Masih ragu dengan tas anyaman handmade karena takut dibilang tidak modern dan tidak kece? Coba deh sekarang kamu lihat berbagai koleksi tas anyaman dari para pengrajin yang ada di Qlapa ini. Hati-hati, kamu akan cepat jatuh cinta melihat berbagai tas handmade yang unik ini!

Baca Juga: Tampil Simpel dan Keren saat ke Kantor dengan Tas-tas Ransel Handmade Ini

1. Adib Craft

tas anyaman 2

Produk anyaman biasanya memang dibuat dari bahan alam, seperti rotan, bambu, maupun kayu. Akan tetapi, kamu akan melihat tas anyaman handmade unik dari Adib Craft yang membuat tas anyaman dari kulit sintetis. Ya, siapa bilang anyaman hanya bisa diolah dari bahan alam natural? Buktinya material dasar kulit sintetis yang dikerjakan dengan teknik anyam bisa menghasilkan tas anyaman handmade yang terlihat unik, etnik, namun juga modern dan modis.

Pengrajin asal Yogyakarta ini memang fokus membuat berbagai produk tas etnik dengan beragam bahan. Tidak hanya tas anyaman, Adib Craft juga menyediakan tas lukis dengan campuran kain batik yang tampak memesona. Bisa dibilang, pengrajin yang satu ini lihai membuat tas etnik tampak modern dan kekinian. Untuk tas anyaman handmade buatannya, kamu bisa menemukan beragam model tas yang cocok dipakai sehari-hari, mulai dari tote bag, handbag, sampai sling bag. Kamu tinggal memilihnya sesuai kebutuhan yang disesuaikan dengan besar kompartemen tas anyamannya. Soal harga, Adib Craft mematok tas-tas uniknya dari Rp 115.000 sampai Rp 395.000.

2. MP’s Decoupage Bags Collections

tas anyaman 3

Buat para wanita feminin yang selalu ingin tampil girly, coba deh tengok koleksi tas anyaman handmade karya pengrajin asal Bekasi ini. MP’s Decoupage Bags Collections menyediakan beragam pilihan tas anyaman berbahan pandan yang tampak cantik sebab seluruh bagian sisinya didesain dengan gambar-gambar bunga. Dengan teknik penggambaran yang begitu rapid an detail, sepintas kamu tidak akan menyangka tas-tas MP’s ini merupakan tas anyaman handmade.

Rata-rata, MP’s memproduksi handbag maupun clutch yang merupakan jenis tas favorit perempuan. Tak ayal, tas-tas handmade dengan kisaran harga Rp 150.000 sampai Rp 375.000 ini sangat cocok kamu bawa ke berbagai acara resmi, mulai acara kantor sampai ke resepsi pernikahan. Harganya memang terbilang tinggi untuk ukuran tas anyam dari pandan, namun nilai tersebut terbilang wajar sebab lukisan yang didesain di atas anyaman tersebut tampak begitu hidup dan cantik.

3. Inssoo

tas anyaman 4

Pengrajin asal Yogyakarta ini memang jagonya membuat tas anyaman handmade dari bahan-bahan alami. Di sini, kamu bisa menemukan tas anyaman berbahan pandan sampai yang bermaterial lontar. Semua jenis tas yang dibuat Insso dianyam dengan rapi dengan beragam desain dan cara, contohnya dengan teknik uliran. Alhasil, kamu bisa menemukan tas anyaman handmade yang tampak benar-benar etnik sampai tas anyaman yang sangat gaul dan cocok dipakai para orang muda.

Ahli membuat berbagai tas anyaman handmade tidak membuat Insso memasang harga tinggi untuk beragam tas karyanya, mulai dari clutch sampai totebag. Pengrajin asal Kota Pelajar ini hanya membanderol koleksinya di kisaran harga Rp 70.000 hingga Rp 80.000. Sangat murah, bukan? Kualitasnya pun dijamin karena anyamannya begitu rapid an setiap bagian dalam tas dilapisi furing sehingga lebih kuat untuk membawa banyak perlengkapan kegiatanmu.

4. Mel Crafting

tas anyaman 5

Siapa bilang hanya pengrajin dari daerah yang suka membuat berbagai tas anyaman handmade? Nyatanya, ada juga pengrajin ibu kota yang gemar membuat tas cantik dari bahan daun pandan yang diolah dengan teknik anyaman. Adalah Mel Crafting dari Jakarta Selatan, yang menjual berbagai tas anyaman pandan dengan beragam model dan desain gambar. Dijamin, kamu akan langsung jatuh hati begitu melihat koleksi tas anyaman handmade dari pengrajin yang satu ini.

Mel Crafting cenderung membuat tas berjenis clutch yang cocok untuk teman ke pesta ataupun tote bag yang sesuai dipakai sehari-hari. Harga yang ditawarkannya pun tidak akan membuat nyalimu ciut untuk membelinya sebab Mel Crafting hanya memasang harga Rp 170.000 sampai Rp 250.000 untuk tiap tas handmade-nya yang kece. Tidak hanya unggul di teknik anyaman, pengrajin ibu kota ini juga membuat tas-tas handmadenya kian ciamik dengan gambar-gambar yang artistis di tiap koleksinya, mulai dari gambar bunga yang sangat feminin sampai gambar pemandangan yang terlihat lebih natural.

5. Wynt Craftnesia

tas anyaman 6

Mengeksplorasi berbagai bahan alam, pengrajin asal Bantul ini sukses membuat beragam tas anyaman handmade yang sangat manis dan berdaya tahan tinggi. Di sini, kamu bisa menemukan tas-tas anyaman dari bahan lontar, pandan, rotan, sampai enceng gondok. Modelnya pun kaya, mulai dari handbag, clutch, sampai sling bag. Untuk semua jenis tas anyaman handmade yang dibuatnya, Wynt Craftnesia menerapkan teknik decoupage sehingga tampilan tas anyaman lebih menarik dengan desain gambar yang cantik dan modis.

Tak ayal, tampilan tas anyaman dengan hiasan gambar yang cantik membuatmu makin pindah ke lain hati. Tidak hanya itu, harga tas-tas dari Wynt Craftnesia yang bersahabat, mulai dari Rp 85.000 sampai Rp 230.000, membuatmu akan semakin tertarik mengoleksi beragam tas anyaman handmade dari pengrajin yang satu ini. Menerapkan kompartemen yang beraneka ragam, kamu juga bisa membawa tas-tas dari Wynt ke berbagai acara, mulai dari hangout sampai kegiatan resmi. Tampak kuno karena menerapkan teknik anyaman? Nyatanya tidak sebab dengan memakai tas-tas handmade ala Wynt Craftnesia, tampilanmu malah akan keren dengan paduan artistic dari gaya etnik dan modern.

6. Tacoe Craft

tas anyaman 7

Dalam dunia fashion ada pengulangan mode yang tidak bisa terbantahkan. Contohnya saja, kini berbagai produk bergaya vintage tengah diburu dan menjadi tren kekinian yang amat populer. Menyadari hal tersebut, Tacoe Craft pun membuat beragam tas handmade bergaya klasik yang membuat pemakainya tampil modis dan menjadi pusat perhatian. Tas-tas yang dibuat pengrajin asal Depok ini cenderung berupa tas anyaman handmade dengan teknik pengerjaan decoupage yang ciamik.

Tidak seperti produk decoupage biasanya yang dihiasi gambar-gambar cantik di atas anyaman, Tacoe Craft mengembangkan inovasi dengan membuat tas anyaman handmade yang dihiasi decoupage tiga dimensi yang memberikan efek timbul di bagian dekorasi gambarnya. Pilihan gambar dekorasinya pun sangat beragam, mulai dari nuansa floral sampai sosok-sosok perempuan abad pertengahan. Menyajikan tas anyaman yang begitu memukau, Tacoe tetap ramah terhadap para pembeli koleksinya. Pengrajin yang satu ini hanya membanderol tas-tas handmade-nya dengan harga berkisar Rp 185.000 sampai Rp 300.000. Cukup terjangkau, bukan?

7. Momutie

tas anyaman 8

Satu lagi pengrajin asal Jakarta yang sangat layak kamu jadikan pilihan untuk mencari beragam tas anyaman handmade dengan desain cantik dan kualitas mumpuni. Berpusat di Jakarta Selatan, Momutie fokus membuat beragam tas anyam dari bahan alam, mulai dari rotan, pandan, sampai rotan. Tidak hanya mengandalkan teknik anyaman, pengrajin yang satu ini mempercantik produk handmade-nya dengan dekorasi gambar dua dimensi dan tiga dimensi.

Menghargai tiap koleksinya dengan kisaran harga Rp 180.000 sampai Rp Rp 285.0000, koleksi tas dari Momutie terjangkau bagi siapa pun, termasuk oleh anak kuliahan. Jenis tas yang dibuat pengrajin lokal ini pun tidak monoton. Ada tas selempang yang cocok dibawa ke kampus sampai beragam clutch yang amat memesona untuk ditenteng ke pesta-pesta. Tiap tas anyaman handmade dari Momutie juga dilengkapan dengan dalam furing sehingga lebih kuat dan rapi.

8. Veroppi

tas anyaman 9

Jika berbicara tentang produk handmade, Bandung sepertinya tidak pernah ketinggalan. Termasuk dalam hal membuat tas anyaman handmade, Kota Kembang ini punya Veroppi yang merupakan pengrajin lokal yang fokus membuat clutch dengan beraneka ukuran kompartemen dan dekorasi tiga dimensi yang tampak kece. Kisarannya harga sendiri antara Rp 165.000 sampai Rp 250.000 untuk sebuah tas anyaman pandan ala Veroppi, bergantung besarnya kompartemen dan detailnya dekorasi yang diaplikasikan pada tas tersebut.

Selain tas anyaman handmade berbahan dasar pandan, Veroppi juga membuat tote bag anyaman berbahan vinil. Sama seperti tas-tas lainnya yang merupakan produksi pengrajin ini, tas anyaman dari vinil buatan Veroppi juga menerapkan teknik dekorasi tiga dimensi yang membuat tampilanmu akan semakin istimewa ketika memakainya. Untuk jenis tas anyaman berbahan vinil ini, Veroppi memasang harga sedikit lebih tinggi, yakni Rp 350.000.

Baca Juga: Beda Cara Traveling, Beda Tas yang Mesti Dibawa. Yuk Ketahui Macam-macamnya!


Kamu sekarang tidak ragu lagi kan memakai tas anyaman handmade? Ya, bukannya tampak kuno dan ketinggalan zaman, tas-tas anyaman justru bisa membuat gayamu semakin modis dengan perpaduan unsur alam dan seni hias yang modern. Jadi ketika memakai tas-tas anyaman handmade dari para pengrajin di atas, kamu juga mesti sia-siap menjadi sorotan sebab banyak orang yang akan menyukai dan iri terhadap penampilanmu. Siap?

kerajinan-yang-indonesia-banget

5 Kerajinan Tangan yang Indonesia Banget

Sekarang ini, Indonesia punya banyak pengrajin dan berbagai macam jenis produk kerajinan tangan atau handmade. Tapi, dari sekian banyak jenis kerajinan tangan, ada beberapa kerajinan yang sangat lekat dan identik dengan Indonesia. Dengan kata lain, ketika mendengar jenis kerajinan ini, nama Indonesia pasti sempat terlintas di kepalamu.

Selain identik dengan Indonesia, kerajinan ini juga bisa dibuat menjadi berbagai macam produk handmade yang disukai baik oleh masyarakat lokal maupun mancanegara. Kali ini, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke-70, kami akan membahas beberapa kerajinan yang “Indonesia banget”.

(more…)