Perkembangan Startup Unicorn Indonesia 2021

  • Whatsapp
Startup Unicorn Indonesia

Istilah startup unicorn saat ini sedang marak terdengar di berbagai media terutama mengenai bisnis dan teknologi. Hal ini dikarenakan sudah mulai bermunculan beberapa Startup di Indonesia yang mengklaim bahwa telah meraih gelar sebagai Startup Unicorn Indonesia. Sebelum menuju ke pembahasan ada baiknya mengetahui terlebih dahulu apa itu yang dinamakan startup unicorn.

Pengertian Startup Unicorn

Unicorn yang dimaksud disini bukanlah kuda putih dengan tanduk yang memiliki kemampuan terbang. Meskipun begitu Unicorn dalam mitologi tersebut masih memiliki keterkaitan dengan gelar yang diberikan startup ini. Startup unicorn merupakan sebuah sebutan atau bisa dibilang gelar bagi perusahaan yang memiliki nilai valuasi mencapai 1 miliar dollar amerika Serikat yang setara dengan 14 triliun rupiah.

Mengapa dinamakan unicorn? Kembali lagi ke perumpamaan unicorn tadi yang memiliki bentuk kuda yang gagah dan bersayap serta memiliki tanduk di dahinya yang sampai sekarang sulit ditemukan. Hal ini selaras dengan perumpamaan unicorn, dimana perusahaan yang memiliki nilai mencapai 1 juta dollar amerika serikat masih sulit dijumpai.

Contoh Startup Unicorn Indonesia

Pesatnya perkembangan teknologi bukan hanya terjadi di eropa maupun amerika saja, Indonesia juga tak kalah saing dalam hal teknologi khususnya sektor startup yang semakin bermunculan. Indonesia sendiri memiliki beberapa startup lokal yang telah memiliki gelar sebagai startup unicorn dengan nilai valuasi melebihi 1 miliar dolar Amerika Serikat. Penasaran Perusahaan startup apa saja? Simaklah uraiannya berikut ini:

1. Gojek

Gojek menjadi salah satu pelopor di Indonesia sebagai startup dengan pencapaian startup Unicorn pertama dengan banyaknya investor yang berinvestasi di gojek. Perusahaan ini dibentuk pertama kali oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010 yang semakin berkembang setiap tahunnya. Tak heran bila banyak investor yang berinvestasi untuk perusahaan startup unicorn bernama Gojek.

2. Tokopedia

Kedua, ada salah satu online marketplace yang merupakan salah satu e-commerce terbesar di Indonesia yaitu Tokopedia. Awal mula berdirinya Tokopedia diawali oleh dua orang teman baik yaitu William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada tahun 2009. Jumlah pengguna yang terus meningkat membuat banyak investor tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan ini.

Puncaknya ketika sebuah perusahaan besar asal Negeri China yaitu Alibaba menanamkan investasinya di Tokopedia pada tahun 2017 lalu yang langsung membuat tokopedia melesat menjadi salah satu startup Unicorn di Indonesia. Berdasarkan kabar yang beredar, Alibaba disebutkan telah menyuntikan dana yang bisa dibilang cukup besar, yakni di kisaran sebesar 1.1 Miliar Dollar AS kepada Tokopedia

3. Bukalapak

Selanjutnya ada perusahaan e-commerce bukalapak yang masuk kedalam jajaran startup unicorn Indonesia. Achmad Azky bersama Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono mendirikan perusahaan ini pada tahun 2010, menjadi salah satu pelopor mulanya kemunculan berbagai perusahaan e-commerce di Indonesia.

Bukalapak mendapatkan gelar Startup unicorn sejak tahun 2017 lalu, yang didapatkan dengan menarik banyak investor dikarenakan dampak dari ramainya pengguna dari bukalapak yang mencatatkan 6 juta lebih penjual atau biasa disebut pelapak, dengan pengguna aktif sebanyak 90 juta. Sehingga disebutkan bahwa Bukalapak telah memiliki nilai valuasi yang menembus angka 2.5 Miliar Dollar.

4. Traveloka

Telah berdiri sejak tahun 2012, perusahaan yang menekuni sektor pemesanan hotel dan juga travel ini telah memiliki gelar unicornnya sejak juli tahun 2017. Traveloka juga menjadi salah satu yang pertama di wilayah ASEAN yang menjadi startup Unicorn.

Perusahaan ini didirikan oleh Albert Zhang, Derianto Kusuma dan Ferry Unardi. Traveloka mengalami pertumbuhan yang pesat seiring berjalannya waktu, ditambah dengan kucuran dana Investasi dari Expedia sebesar 350 juta Amerika Serikat. Berkat perjuangannya, kini tokopedia memiliki nilai valuasi yang cukup tinggi dengan kisaran 2 miliar dolar Amerika Serikat.

5. OVO

Beralih ke bidang keuangan yaitu di sektor e-wallet atau dompet digital ada nama perusahaan OVO Indonesia. OVO telah memiliki gelar sebagai Startup unicorn baru pada tahun 2019 lalu. Kabar mengenai status unicorn dari OVO ini ramai diperbincangkan ketika masuk pada platform analisis bernama CB Insight pada daftar kumpulan startup yang mereka buat memasukkan nama OVO.

6. JD.id

Terakhir ada perusahaan e-commerce yang tentunya berasal dari Indonesia yaitu JD.id yang disebut-sebut telah menembus nilai valuasi sebesar 1 miliar dollar AS dari tahun 2019. JD.id sendiri beroperasi sejak tahun 2015, dengan mendapatkan gelar Unicorn nya pada tahun 2019. Terhitung dalam 4 tahun JD.id bisa mendapatkan gelar tersebut dengan waktu yang terbilang lebih cepat dengan perusahaan lainnya.

Itulah pembahasan singkat mengenai perkembangan startup unicorn Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Setelah melihat perkembangan startup Indonesia tadi yang telah mendapatkan Status sebagai Startup Unicorn, seharusnya dapat menggeliatkan semangat untuk membangun usaha di Indonesia. Masih banyak peluang usaha yang bisa dicoba di berbagai sektor, dengan kemungkinan menjadi salah satu perusahaan startup Unicorn Indonesia.

Related posts