Hasil Pencarian:

Batik Tulis

Batik Tulis Asli Indonesia

Dalam teknik tulis, seluruh proses pengerjaannya dilakukan secara manual menggunakan canting, lilun malam, pewarna, dan kain. Waktu pengerjaannya pun juga lebih lama. Wajar jika kemudian harganya menjadi lebih mahal dibandingkan teknik lainnya seperti sablon print ataupun cetak. Sesuai namanya Tulis, artinya pengrajin harus membuat tulisan tersebut satu persatu, gores pergores hingga jadi sebuah kesenian kain.

Batik Tulis Jogja

Kamu tentu sudah tak lagi asing dengar Jogja. Sebagai daerah nan masih kental akan warisan budaya Jawa, batik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Jogja. Terutama di lingkungan keraton, batik adalah bagian sangat melekat.

Batik tulis Jogja memberikan tekstur permukaan lebih halus, apik dibandingkan teknik cap atau sablon. Setiap detail motifnya dibuat langsung melalui kedua tangan pengrajin, satu per satu. Coraknya pun beragam, dgn ciri utamanya berupa kain dasar berwarna putih.

Batik Tulis Solo

Perjalanan ragam kerajinan Solo dimulai akibat perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Perjanjian tersebut menyebabkan berpisahnya Keraton Surakarta Ngayogyakarta. Karena semua busana kebesaran Kerjaan Mataram dibawa ke Keraton Yogyakarta, maka PB III memerintahkan kepada abdi dalam untuk membuat kerajinan sendiri menggunakan motif Gagak Surakarta. Sejak itu, masyarakat pun lantas berlomba-lomba melakukan hal serupa.

Anda mungkin sudah tidak lagi asing dengan motif dari kota Solo. Setiap motifnya memiliki makna filosofi tertentu, sehingga penggunaannya pun tak sembarangan. Adapun beberapa contoh motif Solo yg populer antara lain parang kusumo, ceplok kasatriyan, sidomukti, sekar jagad, bokor kencana, dan masih banyak lagi.

Batik Tulis Lasem

Kerajinan ini berasal dari Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, sebuah wilayah di kawasan Jawa Tengah. Seperti Jogja Solo, Lasem juga terkenal sebagai salah satu sentra industri kerajinan tradisional. Bahkan berdasarkan sejarahnya, Lasem tak lepas keterkaitannya dgn kedatangan Laksamana Cheng Ho pada tahun 1413 di tanah Jawa.

Hal inilah yang kemudian memberi pengaruh terhadap motif khas batik Lasem. Kerajinan lasem secara garis besar hanya mempunyai dua motif utama, yakni motif Tionghoa dan motif nonTionghoa. Motif Tionghoa sendiri biasanya berupa fauna seperti ayam hutan, naga, burung hon, dll.

Kerajinan teknik tulis merupakan akulturasi kebudayaan masyarakat pribumi Tionghoa juga disebut dalam nama Batik Tiga Negeri. Pasalnya, proses pembuatan Lasem harus melalui tiga kali pewarnaan. Adapun warna-warna khas yg digunakan adalah warna berani seperti hijau botol, biru tua, serta merah darah ayam. Sehingga terlahirlah kerajinan nan elegan.

Batik Tulis Cirebon

Tak hanya terkenal sebagai daerah penghasil udang, Cirebon juga dikenal sebagai pengasil batik. Kabupaten Cirebon merupakan sentra terbesar serta tertua di Jawa Barat. Tepatnya, Desa Trusmi-lah yg menjadi pusat kerajinannya di Cirebon. Dikawasan ini, sebagian besar masyarakatnya memenuhi kebutuhan hidup dg cara membatik.

Berbeda dengan batik Jogja ataupun Solo yang banyak bermain dengan warna cokelat dan gelap, kerajinan Cirebon lebih banyak menggunakan warna dasar seperti biru merah. Motifnya pun cenderung lebih memperlihatkan karakter daerah pesisiran meski sebagian lainnya cenderung mengikuti motif keraton (Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman).

Beberapa motif batik tulis Cirebon yg terkenal antara lain megamendung, paksinaga liman, dan kompeni. Megamendung berbentuk seperti awan pembawa hujan yang bermakna kesuburan serta kesejahteraan. Sementara itu, kerajinan paksinaga liman bergambar kereta kencana paksinaga liman. Paksinaga liman sendiri merupakan simbol kekuatan Kerajaan Cirebon yang tersusun dari udara (paksi), laut (naga), dan darat (liman). Terakhir, jenis kompeni menggambarkan sebuah cerita perang pada zaman kolonial Belanda.

Batik Tulis Pekalongan

Kemahsyuran batik tulis Pekalongan juga tak perlu diragukan lagi. Tak hanya secara nasional, dunia internasional pun sudah menjadi ranah yang dikuasainya. Bersama Solo, Pekalongan menjadi salah satu sentra terbesar diPulau Jawa bahkan Indonesia.

Sejarah berkembangnya batik Pekalongan sendiri terjadi setelah perpecahan Kerajaan Mataram yang dipimpin oleh Panembahan Senopati saat melawan Belanda. Ketika mengungsi itulah, keluarga keraton lebih dulu memiliki kebiasaan membatik meneruskan kegiatan tersebut di tempat hijrahnya, termasuk Pekalongan.

Untuk soal motif, Pekalongan memiliki motif corak sangat bervariasi. Biasanya, kerajinan ini mengambil motif dari flora fauna sekitar. Coraknya pun cerah segar, seperti merah muda, biru, serta warna warni cerah lain-lain.

Inspirasi Busana Yogyakarta

Kerajinan kain tradisional tersebut kini tak hanya menjadi pakaian formal dgn model itu-itu saja. Salah satunya, batik tulis Yogyakarta dgn motifnya cantik juga bisa dijadikan sebagai celana kulot atau blazer yang kini menjadi semakin marak digunakan karena trendi. Atau, bisa juga kerajinan cantik tersebut digunakan sebagai bolero, rok, terusan, serta kreasi lainnya.

Bagaimana Tips Memilih Batik Tulis?

Agar tak kecewa setelah membayar dalam harga cukup mahal, Kamu harus tahu terlebih dahulu bagaimana ciri jenis kerajinan teknik tulis.

  • Harga. Yang pertama adalah soal harga. Memang sudah standar jika batik jenis tulis memiliki harga lebih tinggi dibandingkan jenis cap apalagi sablon. Maka dari itu, jika ada yg menawarkan harga murah, sebaiknya kita tak mudah tergoda.
  • Bahan dasar. Umumnya menggunakan bahan dari serat alam, serat selulosa, atau serat dari binatang. Adapun beberapa contoh bahan dasarnya antara lain rayon, sutra, dan katun yang jelas tidak menggunakan poliester.
  • Warna. Pilihlah pakaian berwarna natural, solid dan kuat. Selain itu, motif batik asli tidak beraturan antara satu dibandingkan lainnya karena proses pengerjaan secara manual.

Agar tidak repot, Anda bisa mendapatkan jenis tulis asli berkualitas dari berbagai daerah disni. Di situs belanja terpercaya Qlapa, Kamu tak perlu khawatir mendapatkan barang palsu.