Cara Mengasah Perkembangan Motorik Anak Usia Dini sesuai Usia

  • Whatsapp
perkembangan motorik anak usia dini

Setelah dilahirkan, anak akan menjalani tahap perkembangan motorik tertentu setiap bulannya. Tugas orang tua adalah memberikan stimulasi yang memadai agar perkembangan motorik anak usia dini bisa berjalan dengan baik. Berikut adalah tips untuk mengasah kemampuan motorik buah hati sejak dini:

1. Motorik Anak 0-1 Bulan

Di tahap usia ini, akan ada banyak sekali perkembangan yang dilalui si kecil. Orang tua bisa mulai memberi stimulasi sejak bayi newborn, yakni dengan melakukan tummy time. Letakkan bayi dalam posisi tengkurap untuk beberapa saat. Ini sangat efektif melatih kekuatan otot kepala dan leher si kecil.

Setiap detik bayi seolah tumbuh begitu cepat. Dalam rentang usia 0-1 tahun, orang tua bisa memberikan banyak stimulasi untuk mendukung si kecil. Orang tua bisa meletakkan mainan di hadapan si kecil agar diraih olehnya. Selain itu orang tua juga bisa sesekali mengajak si kecil grounding dengan menyentuhkan telapak kakinya ke tanah.

2. Motorik Anak 1-2 Tahun

Pada anak berusia 1-2 tahun, orang tua sebaiknya memberikan stimulasi motorik kasar untuk merangsang si kecil agar kakinya semakin kuat berjalan. Salah satu caranya adalah dengan memancing si kecil melangkah. Coba letakkan mainan dengan jarak yang menuntut dia melangkahkan kaki. Mengajak anak untuk beraktivitas di luar ruangan juga bisa merangsang kekuatan kaki untuk berjalan dan berlari.

Pada usia ini anak juga perlu mengembangkan motorik halusnya. Orang tua bisa mulai mengajak anak untuk menggambar. Aktivitas ini bisa membantu mempertajam koordinasi tangan dan mata. Ajak anak untuk menggunakan pensil warna dan biarkan anak berkreasi membuat goresan di atas kertas.

3. Motorik Anak 2-3 Tahun

Memasuki usia 2-3 tahun, orang tua bisa memberikan stimulasi motorik dengan mengajaknya bermain kejar-kejaran. Ajak pula anak menari dan bernyanyi untuk meningkatkan kemampuan motorik kasarnya. Bermain dengan skenario seperti kejar tangkap polisi dan penjahat sudah bisa dilakukan di tahap usia ini.

Sementara itu untuk motorik halus si kecil bisa diasah dengan aktivitas menggambar. Berbeda dengan tahap sebelumnya, di tahap usia ini si kecil bisa dilatih menggambar dengan bentuk-bentuk tertentu. Orang tua bisa memberikan contoh gambar lalu biarkan si kecil meniru bentuk gambar tersebut.

4. Motorik Anak 3-4 Tahun

Jika anak sudah memasuki masa usia ini maka orang tua bisa mulai memberi kebebasan bagi anak untuk bermain di luar. Menjelajahi lingkungan luar akan sangat membantu dalam proses perkembangan motorik kasar anak. Di usia ini orang tua juga bisa memberi stimulus agar anak bisa bermain panjat-panjatan.

Untuk motorik halusnya, orang tua bisa memberikan mainan berupa play dough. Bisa juga dengan mengajak anak bermain pasir kinetik. Ajak anak untuk membuat beragam jenis bentuk dengan usaha sendiri. Ini menjadi salah satu cara mengasah perkembangan motorik anak usia dini yang efektif sekaligus menyenangkan.

5. Motorik Anak 4-5 Tahun

Memasuki tahap usia ini, orang tua bisa mengajak anak untuk bermain olahraga favorit. Mulai dari sepak bola, lompat tali, atau bermain basket. Mengajak anak senam secara rutin juga bisa jadi langkah tepat merangsang motorik kasar anak. Untuk mengasah motorik halusnya, orang tua bisa mengajak anak memindahkan air dari satu ember ke ember yang lain.

Itulah beberapa cara mengasah perkembangan motorik anak usia dini. Namun, ingat kembali bahwa perkembangan setiap anak berbeda. Tak perlu membandingkan dan orang tua juga sebaiknya memberikan stimulasi sesuai dengan kondisi anak masing-masing. Informasi lengkap tentang ibu dan anak bisa dicek di Detik bayi.

Related posts