Perhatikan 7 hal Ini Sebelum Memutuskan Mengikuti Asuransi Pendidikan

  • Whatsapp

Pendidikan anak merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh para orangtua.

Banyak hal yang biasanya dilakukan oleh orangtua agar dapat memberikan pendidikan terbaik bagi para anak-anaknya.

Read More

Salah satu hal yang sering dilakukan yaitu dengan mengikuti asuransi pendidikan. Hal ini dilakukan karena dari tahun ke tahun biaya pendidikan cenderung meningkat.

Namun sebelum memutuskan untuk mengikuti asuransi yang satu ini, ada baiknya jika para orangtua memperhatikan 7 hal di bawah ini ini.

Hal ini penting supaya para orangtua paham betul dengan resiko-resiko apa saja yang akan dihadapi jika sudah tergabung dalam asuransi ini. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, yuk langsung aja di simak hal-hal berikut ini.

1. Asuransi Pendidikan Itu Tidak Sama Dengan Tabungan Pendidikan

Satu hal yang harus diperhatikan secara jeli oleh para orangtua yang akan menyiapkan Pendidikan untuk anaknya yaitu terkait hal yang satu ini.

Bahwa ada yang namanya asuransi pendidikan, ada juga tabungan pendidikan. Terlihat sama, namun keduanya merupakan hal yang berbeda.

Sebagaimana asuransi yang lainnya, dalam asuransi untuk pendidikan juga uang yang disetorkan para nasabah kepada pengelola akan diputar untuk investasi.

Artinya uang yang disetorkan setiap bulannya itu di kemudian hari bisa untung ataupun rugi. Oleh karena itu, jika ingin mengikuti produk ini pastikan pengelolanya harus yang benar-benar punya track record bagus.

2. Pahami Benar-benar Potongan Biaya yang Akan Didapatkan

Jangan beranggapan bahwa jika dalam satu bulan menyetorkan uang sebesar 1 juta rupiah maka setelah 3 tahun akan menjadi 36 juta rupiah.

Cara kerja asuransi dalam bidang Pendidikan tidak seperti itu. Untuk 5 tahun pertama, akan banyak potongan atau fee yang dibebankan pengelola kepada para nasabah.

Oleh karena itu jangan heran jika jumlah dan yang akan diinvestasikan oleh pengelola menjadi lebih sedikit daripada biaya yang disetorkan. Jadi hal ini harus dipahami baik-baik bagi para orangtua yang akan menyiapkan biaya Pendidikan bagi anak-anaknya.

3. Masa Pembayaran Premi Bisa Lebih Lama Dari Waktu yang Sudah Disepakati

Tidak usah heran juga jika tiba-tiba masa pembayaran premi menjadi lebih lama daripada kesepakatan awal. Hal ini bisa saja terjadi apabila investasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Oleh karena itu penting sekali ditanyakan sedari awal kepada para agen jika di kemudian hari hasil return investasi jauh dari harapan. Apa kira-kira skenario selanjutnya? Jika hal itu justru merugikan, mendingan coba di pikir-pikir lagi deh.

4. Pengelola Dan Salah Dalam Memilih Instrumen Investasi

Sebagaimana sudah disinggung di awal bahwa dana yang disetorkan pada asuransi pendidikan akan digunakan dalam berbagai instrumen investasi. Baik dalam saham, obligasi, atau pun yang lainnya. Oleh karena itu ada resiko yang harus dihadapi oleh para nasabah.

Salah satu resiko terbesarnya yaitu saat pengelola salah dalam memilih instrumen investasi.

Jika hal ini terjadi maka nasabah akan rugi karena akan mendapatkan uang lebih sedikit daripada yang sudah disetorkan. Jadi sebelum memutuskan bergabung, para orangtua harus sangat teliti memperhatikan hal ini.

5. Polis Tidak Dibaca Secara Baik dan Menyeluruh

Tujuan utama dari para orangtua memilih asuransi yang satu ini yaitu karena ingin merencanakan pendidikan bagi para putra-putrinya.

Namun penting sekali untuk memahami polis secara baik dan menyeluruh jika memang ingin memutuskan untuk mengambil produk ini. Alasannya karena apa saja yang tertulis di dalam polis akan memiliki dampak untuk kedepan nya.

Polis ini merupakan dokumen legal yang berisi aturan-aturan seputar asuransi yang akan diambil. Jika di kemudian hari terdapat sesuatu hal, maka rujukan nya adalah polis. Oleh karena itu penting sekali memahami polis secara keseluruhan. Tanyakan apabila masih ada hal-hal yang masih belum jelas dan mengerti agar tidak dirugikan di kemudian hari.

6. Proyeksi yang Dijanjikan Tidak Tercapai

Ketika menerima proposal asuransi pendidikan, maka salah satu hal yang akan disodorkan yaitu terkait proyeksi jumlah uang yang akan diterima.

Penting diketahui bahwa tidak ada jaminan bahwa besarnya jumlah uang yang akan diterima pasti sesuai dengan apa yang sudah diproyeksikan.

Angkanya memang bisa saja bis lebih besar, namun tidak menutup kemungkinan juga menjadi lebih kecil. Ini harus diperhatikan dengan cermat karena kalau dana yang diterima menjadi lebih kecil maka bukan tidak mungkin bahwa pendidikan anak bisa melenceng dari yang telah direncanakan.

Baca Juga: Denda Pajak Mobil yang Menjadi Dilema Pemerintah

7. Pertimbangkan Secara Matang Sebelum Mengambil Rider

Dalam asuransi apapun pasti akan ada tawaran untuk melakukan tambahan asuransi. Baik untuk proteksi jiwa, kesehatan, dan lain sebagainya.

Hal inilah yang dinamakan rider. Orangtua harus memahami bahwa ketika rider akan diambil maka hal itu akan mengurangi pada biaya investasi untuk pendidikan.

Dengan begitu maka dikhawatirkan jiwa uang yang akan didapatkan di kemudian hari justru sangat kecil dan tidak sesuai dengan apa yang telah diprediksikan.

Oleh karena itu orangtua harus benar-benar mempertimbangkan secara matang sebelum mengambil asuransi tambahan ini. Jangan sampai karena terbujuk rayuan dan sebagainya hal ini justru mengganggu pendidikan anak-anak

Setelah mengetahui ketujuh poin diatas, semoga para orangtua bisa lebih bijak untuk menyiapkan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya.

Tidak ada salahnya untuk mengikuti asuransi pendidikan, selama tujuh hal yang sudah disebutkan diatas sudah dipahami dan dipertimbangkan secara matang.

Pokoknya jangan sampai pendidikan anak di masa depan jadi terganggu dikarenakan ketidaktepatan orangtua dalam mengambil keputusan.

Related posts