Ketahui Perbedaan KPR Syariah Dan Konvensional Untuk Memilih Kredit Yang Tepat

  • Whatsapp
Perbedaan KPR Syariah Dan Konvensional

Mempunyai hunian idaman mungkin bisa jadi sebuah impian yang enggan terwujud. Selain besarnya biaya membangun rumah, pekerjaan yang cenderung sulit juga menjadi faktor lainnya. Beruntungnya ada alternatif lain yakni  Kredit Kepemilikan Rumah. Secara umum terdapat dua metode kredit yang kerap digunakan yakni kredit syariah dan konvensional. Apa perbedaan KPR syariah dan konvensional? Simak selengkapnya berikut ini!

Kredit rumah menjadi pilihan tepat untuk mendapatkan pinjaman yang disediakan  bank guna membeli sebuah rumah. Hal ini tentu memiliki beragam manfaat karena dapat meringankan beban hidup para nasabah. Pengguna dapat memilih dari keduanya dengan mempertimbangkan beberapa perbedaan.

Pengertian KPR Syariah Dan Konvensional

KPR Syariah ialah suatu pinjaman yang tersedia oleh suatu lembaga perbankan syariah. Untuk para nasabah yang ingin memiliki rumah dengan tidak menerapkan skema bunga. Metode ini mengedepankan sistem murabahah. Jadi setiap ada perjanjian, bank akan membelikan hunian sesuai yang diidamkan nasabah.

Lalu rumah tersebut akan dijual kembali kepada nasabah dengan cara diangsur. Oleh karenanya bank terbebas dari proses riba sebab tidak memberikan bunga kepada nasabahnya.  Lalu bagaimana dengan profit yang didapat bank? Jadi perbankan syariah diijinkan mengambil untung dari hasil penjualan setiap rumah yang telah melewati kesepakatan bersama.

Sedangkan  KPR konvensional adalah sebuah kredit perbankan yang memberikan pinjaman kepada nasabah dengan patuh pada ketentuan yang diberlakukan bank. Termasuk kesepakatan besaran transaksi ditambah jumlah bunga serta biaya administrasi lainnya.

4 Perbedaan KPR Syariah Dan Konvensional

Secara mendasar tentu sudah mengetahui perbedaaan dasar kedua metode kredit ini, bukan? Untuk melengkapi pembahasan mengenai perbedaan dari kedua KPR tersebut. Berikut ini merupakan perbedaaan lain yang penting diketahui :

1. Uang Muka Yang Dibayar

Bicara mengenai uang muka, ternyata kedua kredit ini memiliki perbandingan  cukup mencolok. Bisa dibilang kredit syariah menawarkan uang muka yang cukup ringan yakni sekitar 10% dari kesempatan yang telah disetujui. Sedangkan untuk kredit konvensional, biasanya mengharuskan nasabah membayar setidaknya 20% dari transaksi perjanjian. Namun tetap akan merujuk pada kebijakan pada setiap bank.

2. Jatuh Tempo Dan Besaran Bunga

Perbedaan KPR syariah dan konvensional adalah  mengenai jangka waktu serta besaran bunga. Merajuk pembahasan sebelumnya, KPR syariah tidak memberikan bunga melainkan mengambil laba berdasar margin dari hasil penjualan. Sedangkan untuk kredit konvensional menerapkan besaran bunga mengacu pada perubahan fluktuasi bunga Bank Indonesia. Sehingga bisa saja besar bunga tidak sama setiap tahunnya.

3. Proses Transaksi Yang Dilakukan

Salah satu perbedaan lain yang cukup menonjol dari kedua kredit perbankan tersebut adalah mengenai proses transaksinya. Umumnya, KPR konvensional menerapkan perjanjian berupa transaksi uang. Sementara perbankan syariah melaksanakan prosesnya berupa barang.

Singkatnya, jika seseorang memilih KPR konvensional maka perbankan akan memberikan uang seharga rumah yang ingin dibeli. Nantinya pelanggan harus mengembalikan uang tersebut ditambah besaran bunga yang disepakati.

Sementara contoh singkat untuk kredit syariah yakni ketika seseorang berniat memiliki rumah dengan harga semisal Rp. 500 juta. Maka perbankan syariah akan membelikan rumah tersebut kemudian dijual kepada nasabah. Kemudian bank mendapat keuntungan berdasar selisih yang disepakati antara kedua belah pihak. Begitupun mengenai pembayaran, nasabah bisa mengangsurnya.

4. Pemberlakuan Denda

Perbedaan lain yang cukup menarik perhatian ialah pemberlakuan denda dari kedua metode kredit tersebut. Pada kredit syariah, umumnya bank tidak memberikan sanksi kepada nasabah apabila telat membayar cicilan. Lain halnya dengan kredit konvensional, terdapat sanksi denda yang dibebankan sesuai kebijakan bank.

Tips Membeli Rumah Di KPR

Setelah mengetahui beberapa perbedaan KPR syariah dan konvensional diharapkan nasabah bisa lebih cerdas dalam membeli rumah secara kredit. Seperti memahami terlebih dahulu mengenai besaran pendapatan sebelum memutuskan untuk melakukan kredit.

Sesuaikan pula pendapatan dengan rincian harga rumah yang ingin di kredit. Hal ini cukup penting diperhatikan agar tidak terbebani dengan besar cicilan yang harus dibayar.  Sebab suatu lembaga akan memberikan penilaian  baik ketika seorang nasabah mampu membayar cicilan dengan tepat waktu. Tips berikutnya yakni mengetahui resiko yang mungkin ditimbulkan berdasarkan kebijakan setiap bank.

Terakhir jangan terlalu gegabah mengambil keputusan sepihak dengan tidak mengindahkan resiko yang mungkin terjadi. Dari beberapa kasus, banyak orang terkena denda yang tinggi karena salah perhitungan saat memutuskan kredit rumah. Hal berikutnya yang bisa diperhitungkan ialah banyaknya asset menjadi jaminan kala memutuskan mengambil kredit perbankan.

Itulah beberapa perbedaan KPR syariah dan konvensional yang mungkin bisa dijadikan acuan kala melakukan kredit rumah. Semoga dapat dijadikan sebuah referensi agar tidak salah dalam memilih kredit rumah. Terdapat kelebihan dan kekurangan pada masing-masing KPR. Semua dapat dikonsultasikan dengan pihak bank untuk mendapatkan kesepakatan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Related posts