Inilah 6 Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill, Calon Pekerja Wajib Tahu!

  • Whatsapp

Istilah soft skill dan hard skill tentu merupakan perbincangan yang sering muncul jika berbicara terkait dunia kerja. Di antaranya juga masih banyak yang kebingungan untuk mencari tahu apa perbedaan hard skill dan soft skill tersebut. Sebab, keduanya sama-sama dibutuhkan seseorang untuk mencari pekerjaan.

Perbedaan Hard Skill dan Soft Skill

Ada berbagai aspek yang membedakan antara soft skill dan hard skill. Seseorang yang berminat menyusun kariernya harus mampu mengembangkan dua skill tersebut secara seimbang, untuk mengetahui lebih jelasnya di sini akan dijabarkan 6 perbedaan hard skill dan soft skill yang harus diketahui sejak dini. Yuk, simak postingannya sampai habis.

1. Berdasarkan Pengertian

Perbedaan paling jelas dari keduanya terletak pada pengertiannya. Hard skill adalah keahlian utama yang dimiliki seseorang terkait pengetahuan dan keahlian yang spesifik. Ciri dari hard skill yakni dapat dipelajari, dievaluasi dan diukur. Hard skill digunakan oleh perekrut untuk mengukur sejauh mana keahlian kandidat dibandingkan kandidat yang lain.

Sementara untuk soft skill merupakan sebuah keahlian yang mempengaruhi hubungan interpersonal seseorang di tempat kerja dan kepada karyawan yang lain. Soft skill tidak bisa dipelajari secara pemikiran, kelebihan ini lebih kepada bagaimana seseorang bisa mengendalikan kecerdasan emosional dan empatinya. Antara hard skill dan soft skill, keduanya cukup penting menunjang karier seseorang.

2. Sifat dan Pembuktian

Berdasarkan sifat dan pembuktiannya, hard skill lebih bersifat objektif atau dapat diukur secara kasat mata. Biasanya dibuktikan lewat sertifikat, nilai tes tulis, dan ujian praktik. Sedangkan soft skill lebih bersifat subjektif dan dibuktikan langsung oleh seseorang dengan cara dihadapkan pada situasi kerja.

Hard skill lebih bisa disadari tingkat nilainya, seseorang bisa mengukur hard skillnya dengan mengikuti berbagai tes yang ada. Seperti melihat nilai rapor, IPK, atau tes kognitif lainnya. Sementara soft skill lebih bisa dibuktikan melalui wawancara, dan lain sebagainya.

3. Asal Pembagian

Perbedaan hard skill dan soft skill selanjutnya terletak pada asal pembagian. Hard skill dilihat dari berapa rata-rata IQ seseorang, sedangkan soft skill dilihat dari berapa tingkat EQ seseorang. Seseorang memiliki IQ yang tinggi dapat dipastikan orang itu memiliki kecerdasan yang tinggi, sedangkan seseorang memiliki EQ yang tinggi dipastikan orang itu memiliki kepribadian kerja yang bagus.

4. Perbedaan pada Hubungan

Hard skill memiliki hubungan erat pada kemampuan teknis seseorang saat bekerja, sedangkan soft skill memiliki hubungan erat pada kepribadian dan karakter seseorang saat bekerja. Misalnya, seseorang melamar pekerjaan di sebuah instansi dengan posisi sebagai penulis konten.

Sebagai seorang penulis konten, hard skill yang harus dimiliki adalah kemampuannya dalam menemukan ide, riset data, menuangkan pikiran ke dalam kata, paham kata baku, PUEBI dan EYD yang baik. Sedangkan untuk kemampuan dalam konteks soft skill seorang penulis harus mampu bekerja di bawah tekanan, disiplin, dan mudah bersosialisasi dengan baik.

5. Perbedaan pada Dominan Kerja

Berbicara masalah soft skill dan hard skill, ada beberapa orang yang memang memiliki kemampuan hard skill yang lebih tinggi dibandingkan soft skillnya dan begitu pun sebaliknya, hal ini tidak berarti seseorang itu gagal dalam merintis karier. Ada berbagai dominan pekerjaan yang cocok untuk yang memiliki dominan hard skill yang tinggi atau sebaliknya.

Seseorang yang memiliki dominan hard skill yang lebih, maka cocok untuk bekerja pada pekerjaan yang ada di balik layar. Misalnya, engineering, data base, peneliti, dan sebagainya. Sedangkan bagi yang memiliki dominan soft skill yang lebih, maka cocok untuk bekerja pada pekerjaan di depan layar. Misalnya, sales, pengusaha, HRD, dan sebagainya.

Jadi, jangan patah hati jika merasa kurang dalam hal hard skill maupun soft skill. Akan tetapi, alangkah lebih baiknya lagi jika seseorang memiliki kemampuan hard skill dan soft skill yang seimbang, agar bisa menjajaki berbagai pilihan karier tanpa terbatas dengan kendala.

6. Cara Mengembangkan

Cara mengembangkan antara soft skill dan hard skill tentu jauh berbeda. Jika seseorang ingin mengembangkan potensi hard skillnya, maka orang itu harus banyak melakukan latihan yang sifatnya teknis pengetahuan. Misalnya, perbanyak belajar hitung-hitungan, perbanyak mengikuti seminar-seminar, ikuti program pelatihan khusus, dan rajin mengasah keterampilan atau skill baru.

Adapun cara mengembangkan soft skill adalah banyak-banyak bersosialisasi dengan orang lain. Hal ini karena soft skill adalah sebuah keterampilan yang perlu diasah sesuai dengan situasi pribadi seseorang. Rajin mengikuti perkumpulan atau organisasi dipercaya merupakan cara ampuh untuk melatih soft skill seseorang.

Mengikuti organisasi dipercaya dapat memaksa seseorang untuk ikut terlibat dalam berbagai situasi organisasi tersebut, di sana seseorang akan terlibat dalam hal pengambilan keputusan, penyelesaian konflik, empati, simpati, dll.

Itulah 6 perbedaan hard skill dan soft skill yang wajib diketahui oleh para pencari kerja atau yang sedang ingin meniti karier. Keduanya sama-sama penting dan sama-sama dibutuhkan seseorang untuk berkembang. 

Related posts