Pengertian Asuransi Syariah dan Perbedaanya Dengan Asuransi Konvensional

  • Whatsapp

Artikel ini akan membahas tentang asuransi syariah, pengertiannya dan perbedaannya dengan asuransi biasa atau konvensional.

Karena masih banyak sekali yang belum mengetahui apa sebenarnya perbedaan dari kedua asuransi ini. Maka dari itulah, artikel akan membahas hal tersebut. Tentunya bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca.

Read More

Masih banyak sekali masyarakat yang belum paham dengan asuransi syariah. Mereka menganggap hal tersebut adalah asuransi yang sama seperti yang lainnya.

Namun, sebenarnya keduanya adalah jenis asuransi yang berbeda. Maka untuk semakin memperluas pengetahuan pembaca, berikut dibawah ini adalah pengertiannya.

Apa Itu Asuransi Syariah?

Asuransi syariah bukan sekadar asuransi yang mengatasnamakan Islam dalam penyelenggaraannya. Namun, asuransi jenis satu ini benar-benar melakukan semuanya atas dasar hukum Islam.

Menurut salah satu fatwa MUI asuransi jenis syariah ini adalah jenis asuransi yang tolong menolong.

Dengan kata lain, dapat dikatakan asuransi jenis ini mengumpulkan orang-orang untuk saling menolong satu sama lain. Hal ini adalah hal utama yang membedakannya dari asuransi konvensional.

Karena menurut pandangan Islam asuransi konvensional memiliki hal-hal yang kurang baik,maka dari itulah ada beberapa perusahaan yang akhirnya membuka asuransi dengan konsep syariah.

Dengan dibukanya asuransi ini juga dapat membuat orang-orang yang kurang yakin menggunakan asuransi menjadi yakin.

Karena tidak heran, cukup banyak di Indonesia orang yang memegang erat ajaran Islam. Termasuk juga dalam urusan seperti penggunaan asuransi.

Perbedaan Yang Dimiliki Asuransi Syariah Dan Asuransi Konvensional Pada Umumnya

Sebenarnya, kedua jenis asuransi ini memiliki berbagai perbedaan yang cukup signifikan.

Namun, untuk orang awam biasanya belum mengetahui apa saja perbedaan dari keduanya. Maka dari itu, artikel kali ini akan membahas beberapa perbedaan tersebut. Berikut dibawah ini adalah beberapa perbedaan antara asuransi syariah dan konvensional.

1. Prinsip Dasar Kedua Asuransi

Ini adalah sebab asuransi syariah dan konvensional adalah dua hal yang berbeda. Karena pada prinsip dasarnya pun kedua hal ini sudah berbeda. Pada asuransi berjenis syariah, menggunakan asas tolong menolong. Sehingga, setiap resiko musibah yang dialami dibagi antara lembaga dan pesertanya.

Berbeda dengan prinsip yang dimiliki oleh asuransi konvensional. Pada asuransi konvensional, resiko yang dialami peserta ditanggung penuh oleh perusahaan asuransi. Karena hal itulah yang disepakati bersama sebelumnya.

2. Adanya Akad

Jika dalam asuransi konvensional hal ini disebut dengan kesepakatan, maka di asuransi syariah disebut dengan akad. Perbedaan keduanya pun cukup signifikan.

Akad yang digunakan dalam proses asuransi ini adalah akad tolong menolong. Dimana pihak pertama setuju untuk membantu orang lain dengan dana yang dia masukkan.

Dana yang dimasukkan tersebut disebut dengan dana Tabbaru. Arti dari dana Tabbaru adalah dana sosial, yang sudah disetujui untuk membantu anggota lain yang sedang terkena musibah.

3. Adanya Wakaf

Hal satu ini adalah kelebihan yang hanya bisa didapatkan di asuransi syariah. Wakaf adalah pemberian dana atau harta benda kepada orang yang layak menerimanya. Sehingga, dengan mengikuti asuransi berjenis syariah akan mendapatkan dua hal sekaligus.

Tidak hanya menjamin hidup, namun juga bisa sambil membantu orang lain yang membutuhkan. Hal ini tentunya tidak bisa didapatkan pada jenis asuransi konvensional.

4. Dana Tetap Milik Peserta

Peserta asuransi syariah berhak mengetahui kemana saja dana yang diberikan dialokasikan.

Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa lembaga asuransi hanyalah sebagai pengelola dana saja. Pada asuransi konvensional, pemilik dana tidak perlu mengetahui dananya disalurkan kemana saja.

5. Tidak Ada Dana Hangus

Perbedaan lainnya yang mencolok adalah, pada asuransi jenis syariah tidak menerapkan sistem dana hangus. Apabila seorang peserta tidak lagi mampu membayar premi setiap bulan maka dia bisa menutup akun yang dia miliki.

Lalu, setelah itu dia bisa mengambil dana yang sebelumnya telah dia berikan. Hanya saja, biasanya dana tersebut dipotong sedikit untuk dijadikan dana Tabbaru. Namun, hal ini tentunya dilakukan atas sepengetahuan dan seizin pemilik dana.

Sedangkan, dalam asuransi biasa tidak ada prinsip yang seperti ini. Jika seseorang tidak mampu membayar premi setiap bulan, maka akunnya akan ditutup.

Selain itu juga, dana yang sudah dia salurkan juga tidak akan kembali lagi kepadanya. Tentunya dapat dikatakan hal satu ini adalah kelebihan yang dimiliki asuransi berjenis syariah.

6. Memiliki Pengawas

Pada asuransi syariah, yang terlibat tidak hanya dua pihak. Namun, terdapat satu pihak lagi yang berperan sebagai pengawas. Pihak pengawas ini disebut dengan DPS, Dewan Pengawas Syariah. Badan ini tidak hanya mengawasi asuransi syariah.

Namun juga mengawasi berbagai jenis kegiatan lainnya yang memiliki label syariah. Dengan adanya pengawas ini dapat membuat seseorang lebih yakin lagi untuk menggunakan asuransi berjenis syariah.

7. Sistem Bagi Keuntungan

Setiap keuntungan yang didapatkan oleh lembaga asuransi syariah, maka akan dibagi rata kepada seluruh pesertanya. Keuntungan ini didapat pada saat dana Tabbaru yang sudah disepakati memiliki lebihan, maka dana lebih itulah yang akan dibagikan secara rata kepada para peserta.

Hal ini tentunya berbeda konsep dengan asuransi yang berjenis konvensional. Dimana, seorang peserta asuransi konvensional tidak mengetahui apa-apa tentang keuntungan perusahaan.

Karena keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan sepenuhnya adalah hak perusahaan yang bersangkutan.

Baca Juga: Jenis Jenis Asuransi dan Pengertiannya

8. Zakat

Hal ini adalah hal yang membuat asuransi syariah berbeda dengan asuransi konvensional.

Karena tidak ada perusahaan asuransi konvensional yang mengharuskan pesertanya untuk membayar zakat. Namun berbeda dengan asuransi yang berjenis syariah yang mengharuskan pesertanya membayar zakat.

Itulah penjelasan mengenai asuransi yang berjenis syariah. Semoga para pembaca sudah cukup memahami apa itu asuransi syariah. Tentunya juga mengetahui apa saja perbedaan yang dimilikinya dengan asuransi konvensional.

Related posts