Pendidikan Karakter Adalah Bekal Yang Penting Untuk Anak-Anak Indonesia

  • Whatsapp

Indonesia merupakan salah satu negara yang memegang nilai budi pekerti dan karakter di dalamnya selain Jepang.

Jika di Jepang usia anak sampai dengan 10 tahun tidak akan diberi ujian. Karena pada usia 5 hingga 10 tahun, tujuan dari mereka diajarkan pendidikan karakter adalah agar lebih mengerti sikap budi pekerti yang baik sebagai seorang manusia.

Read More

Di Indonesia, membentuk karakter anak adalah tanggung jawab semua orang yang berhubungan langsung dengan anak.

Jadi, tanggung jawab tidak hanya pada guru saja, namun orang tua dan lingkungan sekitar juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam membentuk karakter dan kepribadian anak.

Namun, hal ini sering diabaikan oleh masyarakat  saat ini, hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pembentukan karakter dan moral anak sejak dini dibandingkan dengan akademis anak.

Padahal jika dipikir lebih jauh, malah sebenarnya ketika anak-anak menjadi dewasa yang menjadi tolak ukur bukan hal akademis melainkan karakternya ketika berproses di masyarakat.

Nah berbicara tentang karakter dan kepribadian anak. Pada artikel kali ini akan membahas sekilas tentang pendidikan yang memuat nilai pembentukan karakter dan kepribadian anak.

Pengertian Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter adalah suatu proses pembelajaran kepada orang lain mengenai tatanan cara dalam berperilaku, bersikap dengan keterampilan yang dimiliki.

Dalam hal ini anak-anak sebagai subjek yang diajarkan tentu menjadi salah satu cara untuk membentuk karakter dan kepribadian anak. Pembentukan karakter ini mulai dari aspek kepribadian, emosional, dan spiritual.

Proses pembentukan karakter terutama anak-anak dimulai sejak ia lahir ke dunia. Tentu sebagai orang tua adalah pengajar pertama yang membentuk karakter dan watak anak sejak usia ini. Terutama pada usia nol sampai dengan lima tahun yang merupakan tahun keemasan bagi anak.

Tahun keemasan ini menjadi penting karena secara tidak langsung anak akan merekam segala aktivitas dan segala perilaku orang-orang di sekitarnya.

Perilaku orang tua dan orang sekitar akan disimpan di dalam alam bawah sadar anak. Hal tersebut kemudian akan berakibat pada sifat dan watak anak ketika memasuki usia sekolah.

Bagi sebagian orang, merasa pembentukan moral dan karakter anak dilakukan di sekolah oleh para guru.

Dalam hal ini guru hanya mengasah apa yang sudah dimiliki anak saat ini. Karena durasi anak lebih banyak di rumah daripada di sekolah, sehingga orang tua di rumah dan orang di lingkungan rumah harus mengajarkan nilai-nilai budi pekerti pada anak.

Tujuan Pendidikan Karakter

Tujuan dari pendidikan moral dan karakter terdapat tiga tujuan. Tiga tujuan tersebut akan dibahas satu persatu.

Pertama, tujuan dari pendidikan karakter adalah menanamkan nilai-nilai moral yang baik dan berbudi luhur agar dapat membentuk karakter seorang anak yang berenergi positif, peduli sesama, bersikap rasional dan unggul di bidangnya agar bisa membantu di masyarakat.

Kedua, pendidikan moral dan karakter bertujuan untuk mengembangkan bibit-bibit nilai kebaikan yang sudah ada.

Hal ini dilakukan agar menjadi bekal bagi sang anak ketika mulai terjun di masyarakat. Dengan adanya ini pengembangan ini, diharapkan anak menjadi pribadi lebih peka terhadap sekitarnya dan mau berbuat sesuatu bagi lingkungan terdekatnya.

Ketiga, tujuan dari pendidikan ini adalah menerapkan nilai-nilai, sikap dan berperilaku baik dan luhur yang sudah dimiliki, diasah dan dikembangkan di masyarakat.

Sehingga, anak mampu menjadi pribadi unggul yang mampu menjawab tantangan global. Serta menjadi solusi dari permasalahan yang timbul di masyarakat dengan ide dan inovasi yang berdasar pada moral dan karakter yang dimilikinya.

Fungsi Pendidikan Karakter

Fungsi pendidikan karakter adalah sebagai alat untuk membentuk kepribadian seorang anak agar menjadi pribadi yang unggul secara mental, emosional, sosial, dan spiritual.

Tak hanya melulu hal akademis yang menjadi tolak ukur pribadi yang unggul. Saat ini orang dengan kepribadian yang baik dan bermanfaat bagi sekitarnya adalah yang dibutuhkan saat ini.

Dengan adanya pendidikan yang mengasah karakter dan kepribadian anak, maka diharapkan anak-anak mampu menjadi generasi emas. Harapannya, generasi emas ini mampu menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya dengan ide dan inovasi kreatif.

Tentunya hal ini tidak mudah karena harus didukung mulai dari organisasi terkecil di masyarakat yaitu keluarga.

Manfaat Pendidikan Karakter

Manfaat dari pendidikan karakter adalah mampu menjadi sarana pembelajaran bagi anak maupun orang tua untuk mengembangkan karakter dan kepribadian yang baik.

Karakter dan kepribadian yang baik ini merupakan sikap dan perilaku yang dapat diterima sebagai wujud dari penerapan nilai-nilai kebaikan yang dianut selama ini.

Di Indonesia, pendidikan moral dan karakter menganut pada pengamalan Pancasila sebagai dasar negara.

Hal tersebut tercermin pada perilaku masyarakatnya. Jika perilaku masyarakatnya tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila maka bisa dikatakan masyarakat perlu bimbingan karakter dalam mewujudkan nilai-nilai kebangsaan dan bernegara.

Selain Pancasila, ada pula sopan santun dan tata krama sebagai bentuk dari pendidikan moral dan karakter yang bermanfaat bagi orang tua maupun anak.

Manfaat yang di dapat adalah, bagaimana orang tua mengajari nilai luhur saling menghormati dan menghargai. Agar nantinya ketika bermasyarakat, sang anak mampu menghormati dan menghargai tanpa pamrih apapun.

Baca Juga: Pengertian Manajemen PAUD, Dan Hal Lainnya Lengkap

Contoh Aktivitas untuk Mengembangkan Pendidikan Moral dan Karakter

Contoh aktivitas untuk mengembangkan pendidikan karakter adalah dengan melakukan bakti sosial ke area yang bisa dibilang membutuhkan bantuan.

Dengan melakukan bakti sosial maka anak akan belajar mengenai beberapa hal. Sebagai contoh rasa kepedulian terhadap sesama, rasa berbelas kasih kepada orang yang membutuhkan bantuan, saling menolong kepada sesama.

Serta, dengan adanya pendidikan moral dan karakter diharapkan anak mampu menjadi pribadi yang kritis terhadap lingkungan sekitarnya. Sikap kritis ini mampu menjadi dorongan untuk memikirkan solusi bagi masalah sosial di lingkungannya.

Dari sini dapat dikatakan pendidikan karakter adalah salah satu pelajaran yang penting bagi anak sejak usia dini.

Tak hanya guru saja yang memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan hal ini. Namun, utamanya orang tua dan lingkungan sekitar memiliki tanggungjawab yang besar dalam membentuk karakter anak.

Related posts