Obligasi Ritel Indonesia, Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Berinvestasi

  • Whatsapp
Obligasi Ritel Indonesia

Memiliki banyak dana tabungan pastinya menjadi impian setiap orang. Daripada menganggarkan dana lebih baik mengelola dana tersebut seperti berinvestasi sehingga bisa bertambah jumlahnya. Produk investasi yakni Obligasi Ritel Indonesia merupakan salah bisa dijadikan solusi tepat mengalokasikan atau menginvestasikan dana yang dimiliki.

Melakukan investasi menggunakan jenis investasi apapun tentunya tidak bisa dilakukan begitu saja. Diperlukan persiapan yang baik agar investasi tidak mengalami kerugian besar di kemudian hari. Salah satu dari instrumen investasi yang sudah dikenal luas oleh banyak orang adalah obligasi.

Adapun obligasi ritel Indonesia ini merupakan salah satu bagian dari investasi selain saham. Saat ini sudah ada  efek utang  pemerintah sebagai bagian dari jenis  investasi, yakni Obligasi Ritel Indonesia. Bagi yang berminat untuk berinvestasi menggunakan ORI, berikut hal penting yang perlu diketahui:

Keuntungan yang Didapatkan

Sifat  ORI ini sendiri ialah dapat diperdagangkan pada Pasar Khusus Obligasi atau pasar efek sekunder. Tentunya ini akan berbeda dari deposito dimana para pemilik dana berkesempatan mencairkan dana sebelum tenggat waktunya. Harga yang ditawarkan bisa jadi sedikit ataupun lebih tinggi dari nilai  awalnya.

Tentu saja ini menjadi keuntungan  bagi para investor jika harga kebetulan sedang tinggi. Begitupun keadaan sebaliknya, dimana investor tidak akan mendapat keuntungan jika harga sedang merosot. Jadi, bagi para investor tentunya perlu memantau harga pasar agar keuntungan bisa didapatkan.

Kupon Bunga

Mengapa obligasi ritel Indonesia ini tergolong aman bagi para investor yang tidak ingin mengambil resiko besar dalam berinvestasi? Hal ini dikarenakan kupon cenderung tak terdampak fluktuasi dari pasar sehingga peluang rugi dapat diminimalisir. Tak sedikit yang merasa bahwa kupon bunga dari ORI ini layaknya gaji sebab bisa diterima setiap bulannya tanpa ada pengurangan.

Untuk saat ini saja, kupon tengah berada di angka 6,40%. Angka yang lumayan tinggi dalam dunia investasi saat ini. Meskipun demikian, para investor juga harus tau bahwa kupon ini juga diberlakukan pajak atas bunga dari obligasi berikut dengan keuntungan. Perlu diketahui juga bahwa kupon akan lebih sering berada di atas inflasi dibanding  dibawahnya.

Likuiditas

Likuiditas merupakan resiko yang sangat mungkin dialami oleh para investor saat ini. Para investor ORI sangat berpeluang mengalami kerugian yang besar jika dalam proses penjualan ORI menemui kendala-kendala. Tak sedikit investor mengalami kesulitan dan tantangan tersendiri dalam menjual ORI dengan harga yang lazim di pasar sekunder sebelum tenggat atau jatuh temponya.

Namun, tidak  perlu khawatir berlebih akan hal ini. Ada cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut. Seperti yang diketahui, setidaknya ada beberapa solusi yang bisa dilakukan oleh para investor untuk menghindari kerugian ini.  ORI bisa dijadikan sebagai jaminan untuk  pengajuan pinjaman ke lembaga-lembaga keuangan.

Resiko Gagal Bayar

Hal yang penting juga untuk diketahui oleh para calon investor Obligasi Ritel Indonesia adalah adanya resiko gagal membayar. Tak adanya jaminan dalam surat-surat utang. Itulah  yang membuat penerbit tidak mampu membayar uang bunga ataupun kewajiban pokoknya,  otomatis pemilik dana pun akan mengalami kerugian.

Keuntungan yang bisa didapat dari ORI sendiri adalah resiko dari gagal bayar ini tidak ada. Seperti  dikemukakan dalam UU SUN (Surat Utang Negara) dimana SUN ini menjamin pembayaran utama dari Surat-Surat Utang Negara ataupun ORI sampai dengan tenggat yang telah ditentukan.

Resiko Pasar

Meskipun ORI ini tak ada resiko gagal membayar, namun tidak dengan resiko pasarnya. Market risk ini tetap ada saat adanya penurunan dari harga ORI di pasar khusus. Adanya resiko kerugian  mungkin saja terjadi apabila para  investor tadi menjual obligasi miliknya sebelum jatuh temponya di mana harga jualnya lebih murah dari harga pada saat membelinya.

Meskipun demikian, resiko pasar ini tetap ada solusi untuk menghindarinya. Jika para pembeli di pasar khusus tidak menjualnya sampai tenggat tempo yang ditentukan, serta menjual lebih mahal dari harga saat beli lalu dikurangi dengan biaya transaksinya. Pemilik ORI ini akan tetap mendapatkan kupon meskipun harga pasar menurun.

Pilihan ORI

Dalam obligasi ini, ada dua pilihan yang bisa didapatkan oleh pemilik dana. Pertama, bermain dengan trading atau memegang investasi sampai jatuh tempo. Sebagai investor  cerdas, pemilik uang harus tau apa saja keuntungan dan juga resiko yang didapatkan dari kedua pilihan ini.

Apabila memilih berspekulasi dengan trading, investor harus siap dengan kemampuan dan juga pengetahuan dalam mengamati pasar. Ini dilakukan agar resiko kerugian bisa dihindarkan. Jika memilih memegang dan memantau ORI sampai jatuh tempo, maka pemilik harus siap melakukan investasi 4 sampai dengan 5 tahun.

Persyaratan ORI

Untuk bisa melakukan investasi di ORI tentunya ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon investor. Setiap pembelian obligasi pemerintah, calon investor wajib mendaftarkan diri untuk mendapatkan yang namanya SID dan melakukan penyetoran uang untuk pembeliannya. Tentu saja transaksi beli obligasi ini melalui OJK pemerintah.

Adapun  penjual yang diawasi oleh ojk diantaranya: perbankan, penjual berbasis online seperti Bareksa.com atau Investree yang merupakan perusahan P2P. Bagaimana tertarik dengan Obligasi Ritel Indonesia ini? Semoga ulasan ini membantu dalam memberikan pengetahuan seputar ORI ya.

Related posts