Mengenal Sistem Pemetaan Mutu Pendidikan di satuan Pendidikan

  • Whatsapp

Dalam sistem penjaminan mutu pendidikan, pemetaan mutu pendidikan adalah hal yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan internal dan eksternal.

Pihak-pihak yang terlibat dalam penjaminan mutu ini merupakan internal dalam satuan pendidikan serta beberapa pihak eksternal. Untuk ulasan lebih lanjut mengenai topik ini silahkan simak ulasannya berikut ini.

Read More

Pengertian Pemetaan Mutu Pendidikan

Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) adalah suatu proses yang terdiri dari pengumpulan, pengolahan, dan proses analisa data mengenai tercapainya Standar Nasional Pendidikan yang berlaku.

Dari PMP, dapat peroleh informasi mengenai apakah tingkat sekolah, Kabupaten/Kota, provinsi dan nasional sudah mencapai standar SNP atau tidak.

Pemetaan Mutu juga memberikan gambaran mengenai capaian pemenuhan SNP kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Hal ini karena proses penjaminan mutu pendidikan melalui pemetaan mutu adalah pelaksanaan teknis yang terkoordinasi kepada pihak sekolah, Kabupaten/Kota, provinsi dan nasional.

Proses penjaminan mutu ini dilakukan melalui proses evaluasi, akreditasi dan sertifikasi yang dilakukan secara terencana.

Mengapa Pemetaan Mutu Pendidikan Dilakukan?

Dalam suatu satuan pendidikan seperti sekolah, pemetaan mutu sangat perlu untuk dilakukan. Pemetaan mutu dalam pendidikan sendiri yaitu tahapan yang tidak boleh terlewatkan dalam menjalankan penjaminan mutu pendidikan secara keseluruhan.

Hal ini karena dalam melakukan penjaminan mutu pendidikan, pemetaan mutu memiliki peranan penting dalam terlaksananya penjaminan mutu dalam dunia pendidikan.

Dari proses pengumpulan hingga interpretasi data dari satuan pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA/SMK bisa dilakukan dengan bantuan teknologi.

Informasi yang diperoleh dari peta mutu pendidikan dapat dijadikan sebagai sumber bermanfaat untuk pihak berkepentingan. Dari informasi tersebut akan dijadikan sebagai sumber acuan pengambilan tindakan lanjutan bagi pihak sekolah hingga pemerintah pusat.

Bagaimana Pemetaan Mutu Pendidikan Dilakukan?

Setelah mengetahui mengenai pengertian dari pemetaan mutu dan alasan mengenai penerapan pemetaan mutu selanjutnya akan dibahas mengenai teknisnya. Pada ulasan kali ini akan dibahas mengenai beberapa teknis dari pemetaan mutu dalam pendidikan itu sendiri.

  • Pemetaan mutu dilakukan dengan berpedoman pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) melalui instrumen-instrumen yang ditetapkan oleh Ditjen Dikdasmen.
  • SNP dijelaskan dengan indikator-indikator mutu beserta sub-subnya. Variabel yang menjadi pembahasan dalam instrumen berasal dari sub indikator mutu dan didukung oleh sumber informasi yang relevan. Untuk sumber informasinya dibedakan menjadi dua jenis yakni kuesioner dan informasi pemetaan mutu yang diambil dari profil sekolah. Data ini bisa didapatkan dari Badan Pusat Statistik Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Data dan informasi yang dihimpun langsung dikirim ke sistem informasi mutu pendidikan untuk diberikan tindak lanjut. Setelah dikirim, informasi ini akan melalui tahapan pengolahan menjadi peta mutu yang mencakup capaian pemenuhan SNP yang nantinya akan disampaikan kepada pihak yang memerlukan informasi ini.
  • Informasi yang disebarkan ke pihak-pihak terkait ini kemudian dianalisis secara mendalam agar bisa digunakan sebagai bahan acuan pengambilan tindakan. Hasil analisa ini memungkinkan peta mutu pendidikan bisa digunakan sebagai acuan untuk melakukan perencanaan pendidikan agar mutu pendidikan bisa meningkat dan sejalan dengan informasi yang diperoleh.

Pihak yang Terlibat dalam Pemetaan Mutu Pendidikan

Dalam penerapan sistem pemetaan mutu di bidang pendidikan di level sekolah, ada beberapa pihak yang terlibat didalamnya.

Semua pihak ini bersinergi untuk memberikan data atau informasi mengenai satuan pendidikan untuk diolah menjadi informasi valid.

Berikut ini beberapa pihak yang terlibat dalam pemetaan mutu di tingkat sekolah.

1. Kepala Sekolah

Sebagai seorang pemimpin dalam satuan pendidikan, kepala sekolah memiliki peranan penting dalam meningkatkan penjaminan mutu pendidikan.

Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memberi informasi mengenai sekolah secara internal karena sejatinya kepala sekolah yang memegang kendali atas sekolah.

2. Perwakilan Guru

Pihak selanjutnya yang juga terlibat dalam pemetaan mutu dalam tingkat sekolah adalah guru.

Guru yang terlibat dalam proses ini memiliki syarat dan ketentuan yakni minimal terdiri dari 1 orang guru per mata pelajaran saja. Namun untuk total perwakilan guru yang diperlukan adalah minimal 8 sampai 10 orang guru.

3. Perwakilan Siswa

Tidak hanya kepala sekolah dan guru, siswa juga dilibatkan dalam tahapan pengumpulan informasi untuk pemetaan mutu di level sekolah. Jumlah minimal siswa yang bisa berpartisipasi adalah 5 orang per tingkat kelas. Sedangkan untuk jumlah perwakilan siswa untuk satu adalah minimal 15 orang.

4. Perwakilan Komite Sekolah

Pihak selanjutnya yang juga dilibatkan dalam pemetaan mutu pendidikan tingkat sekolah adalah komite sekolah.

Dalam pelaksanaannya, perwakilan komite sekolah yang dibutuhkan adalah minimal satu orang pimpinan komite. Selain itu orang tua siswa juga terlibat dengan ketetapan minimal 2 orang saja.

Baca Juga: Memahami Tentang Pendidikan Non Formal: Persyaratan, Tujuan, dan Contohnya Di Sini!

5. Pengawas

Pihak lain yang terlibat dalam pemetaan mutu di tingkat sekolah adalah pengawas yang merupakan pembina. Pengawas menggunakan kuesioner yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah untuk melakukan evaluasi dengan ketentuan sebagai berikut.

  • Pengawas yang bertugas telah melalui pembinaan LPMP untuk melakukan proses verifikasi dan validasi data dari sekolah.
  • Operator DAPODIK bisa dilibatkan dalam mengirimkan data dan informasi pemetaan mutu melalui aplikasi untuk mempermudah sekolah.
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dibantu oleh LPMP serta bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengawasi jalannya proses pemetaan mutu di sekolah agar terpetakan sesuai mutu yang dimiliki sekolah.

Nah itulah informasi seputar pemetaan mutu pendidikan yang menjadi pembahasan pada kesempatan kali ini. Pemetaan mutu sejatinya merupakan rangkaian proses yang harus dijalankan untuk mencapai penjaminan mutu pendidikan.

Informasi yang diperoleh dari pemetaan mutu ini dapat dijadikan sebagai acuan pihak terkait untuk menyusun rencana peningkatan mutu pendidikan.

Related posts