Melihat Kondisi Pendidikan di Indonesia yang Masih Perlu Banyak Perbaikan

  • Whatsapp

Pendidikan sebagai salah satu faktor sentral yang ada dalam kehidupan manusia tidak akan pernah lepas dari perhatian. Jika mengingat kata pendidikan, yang terbentuk dalam benak sudah pasti seorang guru memberikan pelajaran pada muridnya.

Tetapi sebenarnya seperti apakah kondisi pendidikan di Indonesia saat ini?

Read More

Pendidikan sendiri dapat diartikan sebagai usaha sadar yang dilakukan dalam bentuk pengajaran atau pelatihan agar peserta didik bisa memiliki sikap yang menjadi tujuan.

Sikap tersebut seperti misalnya pintar, bertanggung jawab, berbudi luhur, iman dan takwa, serta mau bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Paparan Menteri Pendidikan Tahun 2014

Bukan menjadi sebuah hal yang tabu lagi jika dikatakan kondisi pendidikan sendiri berada pada posisi yang sangat memprihatinkan. Hal ini juga dipaparkan oleh Anies Baswedan yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan pada tahun 2014 lalu. Ada banyak masalah yang sudah dianggap lazim tanpa ada upaya perbaikan.

Masalah yang paling disoroti adalah kekakuan sistem pendidikan yang ada dimana permasalahan ini bersumber pada sistem birokrasi yang rumit. Meskipun sudah lebih dari 1/2 abad Indonesia merdeka, permasalahan pendidikan masih belum bisa terselesaikan dengan baik.

Permasalahan dan Tantangan Kondisi Pendidikan di Indonesia

Tahun 2020 ini, kondisi pendidikan masih tidak jauh berbeda dengan kondisi pada 2014 lalu dengan banyak permasalahan yang ada. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat ini, Nadiem dan timnya masih terus mencoba memperbaiki sistem perbaikan yang ada. Berikut adalah kondisi terkini pendidikan di Indonesia:

1. Buruknya Posisi Pendidikan Indonesia

Berbagai lembaga di dunia terus melakukan kajian mengenai posisi sistem pendidikan Indonesia di tingkat dunia. Hasilnya, selama hampir 20 tahun, posisi Indonesia tidak kunjung membaik dan masih ada di deretan negara dengan pendidikan terburuk. Bahkan pada perilaku dasar pendidikan yakni tingkat literasi.

Kondisi ini tentu sangat miris jika disandingkan dengan besarnya anggaran yang sudah dikeluarkan untuk memperbaiki pendidikan yang ada. Bentuk-bentuk pendanaan juga terus digelontorkan baik dari APBN, APBD, ataupun bantuan dari luar negeri dan CSR perusahaan.

2. Langkah Baik Pembuatan Blue Print Pendidikan

Salah satu strategi yang dilakukan oleh Mendikbud saat ini adalah pernyataan tentang pembuatan cetak biru pendidikan Indonesia. Ini tentu menjadi kabar yang sangat baik mengingat sistem pendidikan saat ini masih belum memiliki pegangan dalam bentuk cetak biru selama bertahun-tahun.

Cetak biru pendidikan ini sudah masuk ke dalam Prolegnas yang harus terus dibahas oleh pejabat terkait dan juga pengaplikasiannya. Dalam pembentukannya, diharapkan ada para ahli yang paham betul bagaimana kondisi saat ini agar banyak sektor dapat saling mendukung.

3. Perbaikan Tata Kelola dan Kualitas Guru

Permasalahan yang bisa dikatakan paling mendasar adalah kualitas tenaga kerja yang ikut menghambat perkembangan pendidikan saat ini. Hasil Uji Kompetensi Guru dari Kemdikbud sendiri tidak memberikan hasil yang memuaskan sehingga sangat diperlukan adanya perbaikan manajemen yang ada.

Beberapa penyesuaian yang masih perlu dilakukan adalah bagaimana guru mendapat pelatihan yang matang, penambahan tunjangan, serta transformasi di tingkat Universitas. Pemerintah juga perlu menggunakan Izin Praktik Mengajar dengan kolaborasi pada organisasi profesi guru agar bisa lebih objektif.

4. Adanya Permasalahan pada Birokrasi

Permasalahan utama yang masih membelit dunia pendidikan adalah rumitnya birokrasi yang ada sehingga dunia pendidikan masih terlalu kaku. Praktik pengajaran yang dilakukan oleh guru misalnya yang tidak bisa leluasa karena terikat pada sistem pengajaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Konsultan pendidikan Ina Liem juga menilai kondisi pendidikan di Indonesia ini masih belum mengalami perbaikan signifikan. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat saat ini masih harus diterapkan pada tingkat daerah tanpa bisa memperhatikan perbedaan dari sisi fasilitas misalnya,

5. Masih banyaknya Catatan Kekerasan

Salah satu kondisi yang juga mengkhawatirkan dunia pendidikan adalah masih maraknya kasus kekerasan. Hingga saat ini pun kasus kekerasan dapat dengan mudahnya ditemui apalagi dengan arus informasi yang cepat. Kekerasan ini tidak hanya berupa fisik saja melainkan juga kekerasan mental berupa bully.

Tujuan pendidikan sendiri salah satunya adalah untuk membentuk karakter anak didik yang berbudi luhur dan berketuhanan. Catatan kekerasan dalam pendidikan yang dilakukan oleh tenaga pengajar ataupun siswa sendiri ini menunjukkan masih adanya kegagalan besar. Ini masih menjadi PR tersendiri yang perlu diselesaikan.

6. Kejahatan dalam Dunia Pendidikan

Bukan hal baru sebenarnya jika dunia pendidikan merupakan salah satu “sasaran empuk” yang bisa dijadikan liang kejahatan. Kejahatan salah satunya yang masih sering terjadi adalah suap menyuap dan juga pungutan liar. Hal ini tentu masih ada hingga sekarang.

Salah satu kasus terbaru yang masih hangat terjadi adalah kasus penangkapan Rektor UNJ oleh KPK pada 13 Mei lalu. Ini tentu menunjukkan bahwa penyelewengan dana yang harusnya bisa digunakan untuk membangun pendidikan masih terus terjadi.

Baca Juga: Memahami Tujuan Pendidikan Nasional dari Berbagai Sudut Pandang

COVID-19 dan Pengaruh Nyata Buruknya Sistem Pendidikan

Musibah terus menghantam dunia salah satunya keberadaan COVID-19 yang juga sukses menampakkan buruknya sistem pendidikan yang dimiliki. COVID-19 ini memaksa tenaga pengajar mau tidak mau beralih pada sistem pendidikan secara daring tanpa adanya tatap muka langsung.

Adanya sistem yang sebenarnya bisa dibilang tidak lagi baru, masih membuat dunia pendidikan di Indonesia kalang kabut. Ketidakmerataan pembangunan juga memperparah kegiatan belajar mengajar dimana tidak semua daerah bisa mendapat akses ke pendidikan online yang layak.

Nah itulah beberapa kondisi pendidikan di Indonesia terkini dengan berbagai catatan kelamnya. Dunia pendidikan harus terus diperbaiki dan sangat perlu untuk diperhatikan kembali mengingat hanya dengan pendidikan sebuah bangsa bisa berkembang.

Related posts