Unik, Dari Tisu Makan jadi Koleksi Tas Cantik!

Kalau jeli melihat, hampir semua benda-benda disekitar kita bisa disulap jadi sesuatu yang memiliki nilai jual. Kuncinya harus punya tingkat kreatifitas yang tinggi, dan lihai melihat peluang. Contohnya adalah Mama Ana, pengrajin yang mengubah pandan menjadi tas cantik buatan tangan.

Untuk memberi nilai lebih pada produknya, Mama Ana menambahkan detail berupa hiasan dari seni decoupage yang berasal dari tisu makan. Decoupage sendiri merupakan seni mendekorasi sebuah objek dengan guntingan kertas yang berasal dari Eropa.

Jeli Lihat Peluang

Usaha Mama Ana dimulai pada awal 2017, oleh tiga orang perempuan yang memiliki hubungan keluarga. Sang Ibu, Slaviana atau yang akrab disapa Mama Ana, melihat adanya peluang bisnis dari kerajinan pandan. Pandan yang memang kerap jadi bahan kerajinan juga bisa bisa dibuat menjadi berbagai produk baru misalnya tas, dompet, dan tempat tisu.

Semua hasil karya Mama Ana ini dikerjakan oleh pengrajin yang ada di Tasikmalaya dan Jogja. Kemudian produk yang sudah berbentuk barang jadi dihias dengan teknik decoupage tadi. Kertas yang digunakan untuk teknik decoupage ini sebenarnya bisa bermacam-macam, tapi Mama Ana menggunakan tisu makan cantik yang biasa digunakan untuk kerajinan decoupage agar hasilnya lebih berkualitas. Tak tanggung-tanggung, ia sampai membeli bahannya dari luar negeri agar lebih banyak variasi.

Teknik decoupage ini sebenarnya cukup mudah bila ditekuni. Mama Ana mengakui bisa menghias 2-3 tas dengan teknik decoupage dalam satu hari. Setelah tisu ditempelkan di tas, lalu diberi pernis dan didiamkan 1-2 jam. Baru ditempel dengan payet agar terlihat lebih menarik. Semuanya mereka lakukan sendiri, tanpa bantuan pengrajin.

Nilai seni decoupage untuk mempercantik tas pandan ini ternyata membuahkan hasil yang manis. Karya Mama Ana semakin terkenal, membuatnya diundang ke berbagai bazar-bazar kerajinan tangan. Selain di bazar, saat ini produk-produk Mama Ana bisa ditemukan di Qlapa.

Mama Ana mengharapkan, ke depannya bisa mengeksplor media-media lain untuk dijadikan kerajinan tas dan dompet. Tidak hanya pandan, mungkin juga bisa dibuat dari lontar atau barang-barang lainnya. Mereka juga mengharapkan produk-produk ini bisa dijual hingga ke luar negeri. Apalagi saat ini ternyata banyak turis-turis yang melihat hasil karya Mama Ana di bazar dan mengaguminya, tertarik pada produk lokal buatan Mama Ana tersebut.

Bagikan artikel ini http://blog.qlapa.com/auzm

Artikel Lainnya