Langkah Cerdas Menabung Untuk Tabungan Pendidikan Anak

  • Whatsapp

Sebagai orang tua yang cerdas, menurut Qlapa.com mulai sekarang harus ada langkah yang dilakukan untuk mengumpulkan tabungan pendidikan anak.

Jangan tunggu anak mulai sekolah dan orang tua baru mulai memikirkan biaya pendidikan. Langkah tersebut kurang tepat dilakukan karena hal ini hanya akan membuat orang tua lebih cepat lagi dalam mengatur keuangan.

Read More

Kenapa Kebanyakan Orang Tua Belum Mulai Menyiapkan Tabungan Pendidikan Anak?

Sudah menjadi tanggung jawab bagi orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak termasuk biayanya.

Namun dari yang terlihat masih banyak orang tua yang belum memiliki persiapan dalam mengumpulkan tabungan pendidikan anak.

Alasan yang menjadi penyebab tidak adanya persiapan orang tua mempersiapkan biaya pendidikan adalah:

  • Merasa bahwa mereka masih terlalu muda untuk mulai memikirkan masalah biaya pendidikan anak di masa depan.
  • Ada tanggung jawab lain yang harus dipenuhi yang lebih penting seperti melunasi utang atau membangun rumah terlebih dahulu.
  • Belum memiliki anak atau tidak memiliki rencana untuk memiliki anak dalam waktu dekat. Beberapa pasangan menunda memiliki anak karena memiliki urusan lain yang harus dilakukan.

Hal yang Harus Dilakukan Untuk Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak

Lain halnya dengan pasangan muda yang belum memiliki rencana memiliki anak, orang tua yang sudah memiliki anak berbeda kasusnya.

Kebanyakan dari mereka menganggap biaya pendidikan tidak mengalami peningkatan dan mereka merasa pendapatan mereka saat ini cukup. Hal ini sebenarnya hal yang kurang tepat, maka dari itu lakukan hal berikut ini.

1. Jangan Menunda Terlalu Lama untuk Mulai Menabung

Orang tua memang memiliki berbagai tanggung jawab yang harus dijalankan dalam kehidupan rumah tangga. Hal ini juga yang membuat mereka terlalu lama menunda mengumpulkan tabungan pendidikan anak.

Mereka tidak menyadari bahwa terlalu lama menunda justru membuat mereka tidak memiliki hasrat untuk menabung.

Faktanya bahwa semakin banyak waktu yang diluangkan untuk menabung biaya pendidikan maka manfaat yang diperoleh lebih besar.

Untuk itu, jangan menunda terlalu lama untuk mulai menabung biaya pendidikan anak. Komitmen yang kuat harus dipegang teguh untuk bisa berhasil dalam mengumpulkan biaya pendidikan tersebut.

2. Menghitung Kebutuhan Pendidikan Anak

Menghitung besaran biaya yang dibutuhkan untuk pendidikan anak bisa membuat orang tua memiliki proyeksi mengenai tabungan pendidikan anak. Mulai dari pendidikan dini hingga sarjana, semuanya harus mulai diperhitungkan seperti iuran, uang pangkal, uang bulanan dan sebagainya.

Selain memperhitungkan kebutuhan tersebut, orang tua juga harus mempertimbangkan kenaikan biaya pendidikan.

Karena setiap tahun biaya pendidikan selalu berubah, maka orang tua harus selalu mengikuti perkembangan untuk memproyeksikan tabungan pendidikan. Hal ini membantu orang tua memiliki perhitungan akurat mengenai biaya pendidikan yang dibutuhkan.

3. Menyadari Kondisi Keuangan Saat Ini dan yang Akan Datang

Mengumpulkan tabungan pendidikan anak berarti orang tua harus menyadari kondisi keuangannya. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan mencatat aset, tabungan yang dimiliki serta investasi keluarga.

Melalui cara ini, orang tua bisa melakukan proyeksi mengenai besaran biaya pendidikan anak yang harus dikumpulkan. Untuk proyeksi kondisi keuangan di masa depan bisa dilakukan dengan menghitung jumlah aset, tabungan dan investasi.

Misalnya dalam setahun orang tua bisa menghasilkan 6% dari asset dan tabungan berjangka lalu menginvestasikan uang sebesar 6 juta. maka dalam kurun waktu satu tahun saja, aset keluarga bisa bertambah dari 360.000 menjadi 6.360.000.

4. Ketahui Kekurangan Rencana Keuangan

Setelah mengetahui kondisi financial saat ini dan proyeksi mengenai kondisi keuangan di masa depan maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengamatan.

Pengamatan yang dimaksud adalah pengamatan terhadap rencana keuangan yang dilakukan. Apakah rencana tersebut sudah bisa memenuhi target yang ingin dicapai atau belum.

Rencana keuangan bisa saja mengalami beberapa kendala seperti inflasi atau kepentingan lain yang membuat pasangan mengalami masalah. Untuk itu orang tua harus melakukan pendataan terhadap biaya pendidikan anak dengan melakukan proyeksi dan menyertakan biaya darurat.

5. Menemukan Alternatif Lain

Melakukan proyeksi membuat orang tua mengetahui kekurangan dari rencana keuangan yang dilakukan. Untuk itu perlu ada alternatif lain yang dilakukan untuk bisa menemukan solusi tepat dari kekurangan yang merupakan hambatan tersebut.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menambah jumlah investasi potensial agar imbalan yang dihasilkan lebih besar. Selain itu, konsisten dalam meningkatkan jumlah investasi juga akan membuat keuntungan yang diperoleh semakin besar juga.

6. Mulai Menabung Sedini Mungkin

Semakin cepat pasangan mulai mengumpulkan uang untuk tabungan pendidikan anak maka waktu menumbuhkan asset juga semakin luang.

Dari asset tersebutlah pasangan bisa mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya untuk menabung dan memenuhi kebutuhan keluarga lainnya. Bahkan jika belum memiliki anak, orang tua tetap harus mulai menabung untuk biaya pendidikan anak nantinya.

Hal ini bukan hal yang salah untuk dilakukan, justru akan mempermudah urusan dimasa depan saat sudah memiliki anak. Memulai menabung sejak dini membuat pasangan memiliki banyak kesempatan untuk memilih dan mencoba berbagai investasi untuk mendapatkan keuntungan.

7. Ikut Asuransi Pendidikan Bisa Menjadi Perimbangan

Tidak melulu soal mengumpulkan uang dari investasi, orang tua juga bisa mempertimbangkan untuk ikut asuransi pendidikan. Cara ini bisa menjadi alternatif untuk mengumpulkan biaya pendidikan anak.

Mengikuti asuransi pendidikan berarti orang tua sudah memiliki persiapan untuk pendidikan anak 10 tahun mendatang.

Asuransi pendidikan tidak hanya menyediakan dana pendidikan, namun menyediakan proteksi kepada anggota seperti asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Dari asuransi juga, anggota bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar karena polis yang dibayarkan menjadi investasi.

Nah itulah informasi seputar langkah untuk mempersiapkan tabungan pendidikan anak yang dibahas kali ini. Sebagai orang tua yang cerdas dan memiliki persiapan maka menyiapkan biaya pendidikan anak sejak dini harus dilakukan.

Related posts