Ketahui 8 Jenis Standar Nasional Pendidikan Berbeda yang Diterapkan di Indonesia

  • Whatsapp

Pemerintah Indonesia menyadari pentingnya dunia pendidikan bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat ke depannya.

Adanya kesadaran ini diwujudkan dalam bentuk Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang mengatur berbagai sistem pendidikan yang ada.

Read More

Keberadaan SNP sendiri bertujuan sebagai acuan atau pedoman agar dunia pendidikan bisa terprogram dengan ukuran tertentu.

SNP dalam pembuatannya sendiri memiliki latar belakang dari keinginan untuk adanya standar tertentu agar tercipta sebuah sistem dan instrumen pendidikan yang berkualitas.

Memahami Standar Nasional Pendidikan

Standar Nasional Pendidikan pada dasarnya dapat diartikan sebagai pedoman utama dalam perencanaan, pengawasan, dan juga pelaksanaan dari program pendidikan.

Keberadaan standar ini berlaku di semua wilayah yang masih termasuk ke dalam wilayah hukum NKRI sendiri.

Alasan utama adanya standar ini adalah tingkatan profesionalitas yang harus bisa tertulis dalam suatu ukuran tertentu agar lebih baku.

Dalam penerapannya, standar ini menjadi batas minimal yang harus terpenuhi terlebih dahulu dalam pengelolaan institusi dunia pendidikan dalam bentuk sekolah atau universitas.

8 Standar Nasional Pendidikan yang Berlaku

Di Indonesia sendiri, keberadaan SNP juga sudah memiliki sebuah badan yang khusus bergerak di bidang standarisasi ini yakni biasa disebut BSNP. Menurut penjelasan badan tersebut, SNP di Indonesia terbagi menjadi 8 segmen atau bagian yang sudah memiliki peraturan resmi. Kedelapan SNP tersebut adalah:

1. Standar Isi

Komponen utama yang diatur dalam standarisasi pendidikan adalah keberadaan materi dan tingkat kompetensi pada jenjang tertentu. Dalam standar isi ini sendiri biasanya diwujudkan dalam bentuk struktur kurikulum, KTSP, kalender akademik, dan beban pembelajaran.

Standar isi ini mudahnya digunakan untuk membedakan sebuah tingkatan atau satuan pendidikan berdasarkan ketentuan tertentu. Sebuah satuan pendidikan harus memiliki beberapa instrumen di atas agar bisa digolongkan sebagai satuan pendidikan. Salah Peraturan Menteri terkait hal ini adalah Permen No 14 Tahun 2007.

2. Standar Kompetensi Lulusan

Keberadaan standar ini tercantum dalam Standar Kompetensi Lulusan yang salah satu didalamnya diatur minimal kelompok pelajaran yang harus sudah ditempuh. Pada satuan lanjutan, minimal kelompok pelajaran ini biasanya disebut dengan SKS.

Ada juga beberapa hal yang dijadikan pertimbangan baku dan diwujudkan dalam bentuk standar seperti sikap, keterampilan, dan pengetahuan tertentu pada peserta didik.

Standar Kompetensi Lulusan ini juga bersifat sebagai bukti kongkrit bahwa peserta didik siap untuk melanjutkan ke jenjang pelajaran selanjutnya.

3. Standar Proses

Keberadaan acuan yang harus ada dalam setiap satuan pendidikan adalah keberadaan bagaimana proses belajar mengajar akan dilangsungkan. Satuan pendidikan diharapkan melangsungkan kegiatan yang interaktif dan juga memotivasi peserta didik untuk mau ikut serta terlibat.

Standar proses dimaksudkan agar sebuah institusi bisa melangsungkan kegiatan yang sesuai dengan kondisi psikologis ataupun fisik peserta didik. Peraturan Menteri yang mengatur standar proses diantaranya adalah No 41 Tahun 2007 serta Permen No 1 & 3 yang dikeluarkan pada tahun 2008.

4. Standar Sarana dan Prasarana

Setiap satuan pendidikan tertentu diharuskan memiliki sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan di dalamnya. Sebuah institusi pendidikan harus memiliki peralatan yang layak dan juga gedung untuk bisa melangsungkan kegiatan belajar mengajar.

Perlengkapan yang harus ada misalnya seperti buku sumber belajar, lahan, ruang kelas, ruang perpustakaan dan juga beberapa prasarana lain seperti bangku dan meja. Ada beberapa Peraturan Menteri terkait standar ini yaitu No 24 Tahun 2007 serta No 33 & 40 Tahun 2008 lalu.

5. Standar Pengelolaan

Standar selanjutnya yang diatur oleh pemerintah ialah terkait dengan pengelolaan sebuah pendidikan yang mencakup Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan satuan pendidikan sendiri. Beberapa yang termasuk dalam standar ini mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan juga pengawasan secara keseluruhan

Standar ini digunakan agar dalam suatu institusi berlangsung sistem pengelolaan yang seefektif mungkin agar tercipta sistem pendidikan yang lebih baik. Sistem pendidikan ini biasanya terhubung mulai dari tingkat daerah hingga pusat.

6. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Salah satu elemen terpenting dalam proses pendidikan sendiri yaitu adanya tenaga pendidik sehingga hal ini ikut diatur dalam Standar Pendidikan Nasional. Keberadaan standar ini dimaksudkan agar orang yang terlibat dalam mengajar merupakan orang dengan sertifikasi dan kualifikasi tertentu.

Saat ini keberadaan standar pendidik tidak hanya pada sertifikat keilmuan saja tetapi juga berdasar kelayakan fisik dan mental. Ada beberapa poin penting yang harus dimiliki setiap tenaga pengajar salah satunya adalah batas minimum akademik S1.

7. Standar Pembiayaan

Sebuah kegiatan pendidikan tentu tidak bisa dilangsungkan tanpa adanya pendanaan dalam setiap acara tertentu. Standar pembiayaan ini biasanya dilakukan agar pelaksanaan pendidikan bisa mengacu pada aturan tertentu dan tidak sembarangan.

Dalam pengaplikasiannya sendiri, standar pembiayaan yang digunakan dalam tingkatan institusi pendidikan dirangkum dalam besarnya biaya operasi dalam satu tahun. Sehingga sebuah pendidikan sudah jelas terarah apa saja yang akan dilakukan dan bagaimana kesesuaian acara dengan dunia pendidikan sendiri.

Baca juga: Melihat Kondisi Pendidikan di Indonesia yang Masih Perlu Banyak Perbaikan

8. Standar Penilaian Pendidikan

Satu hal penting yang menjadi feedback untuk peserta didik yang telah mengikuti kegiatan pendidikan adalah penilaian. Adanya standar penilaian dalam hal ini dimaksudkan agar mekanisme dan prosedur penilaian bisa terlihat dengan jelas. Sehingga kecurangan dalam pemberian nilai bisa juga diatasi.

Beberapa jenjang pendidikan tentu memiliki standar penilaian yang berbeda-beda bergantung pada capaian akhir yang ingin dicapai dalam kurikulum. Pembuatan standar penilaian ini biasanya ditentukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan juga pemerintah yang diatur dalam Permen No 20 Tahun 2007.

Itulah 8 Standar Nasional Pendidikan yang diatur di Indonesia sendiri guna menciptakan iklim pendidikan yang lebih baik. Keberadaan tiap-tiap standar tersebut sudah memiliki dasar hukum berupa Permen sehingga harus diterapkan di wilayah Indonesia.

Related posts