Etika Bisnis Islam yang Harus Diketahui Oleh Seorang Pengusaha Muslim

  • Whatsapp

Islam adalah agama yang sempurna. Tidak hanya mempelajari hubungan vertikal saja dengan Tuhan, Islam juga memiliki aturan tentang berhubungan secara horizontal dengan sesama manusia.

Banyak aspek yang diatur secara horizontal ini, salah satunya adalah berkaitan dengan bisnis atau muamalah. Jadi tidak hanya asal berbisnis, melainkan ada etika bisnis islam yang juga harus diperhatikan.

Read More

Hal ini dikarenakan dalam islam berbisnis itu tidak hanya bertujuan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya saja.

Namun lebih dari itu karena ada hal yang lebih penting yaitu untuk mendapatkan keberkahan rizki dan juga keridhaan dari Allah. Oleh karena itu, seorang pengusaha muslim hendaknya memperhatikan etika-etika berikut ini.

1. Memegang Teguh Prinsip Kejujuran

Jujur adalah sifat yang sangat mulia dan harus dimiliki oleh seorang pebisnis. Jika seorang pebisnis sudah memiliki sifat yang satu ini, maka tidak akan susah untuk mencari klien ataupun pelanggan.

Justru orang-orang yang bertransaksi dengan pebisnis yang jujur akan merasa nyaman dan tidak akan takut ditipu. Hal ini juga akan menimbulkan hubungan yang baik dan juga langgeng.

Lawan dari jujur ini adalah bohong atau curang. Dalam Alquran sendiri Allah mengancam orang yang melaksanakan kecurangan dalam berbisnis. Salah satu ayat yang menunjukan ancaman terhadap pebisnis yang berlaku curang terdapat dalam surat Al-Mutafifin ayat 1 sampai dengan 3.

2. Menjauhi Sesuatu yang Diharamkan

Dalam Islam itu yang halal sudah jelas, demikian juga dengan yang haram. Nah di antara keduanya itu ada sesuatu yang syubhat atau masih abu-abu.

Jika menemui sesuatu yang belum jelas hukumnya, maka lebih baik untuk di tinggalkan. Itu akan lebih dekat kepada keselamatan.

Ada beberapa hal yang harus dijauhi oleh seorang pebisnis muslim agar usahanya bisa berkah.

Pertama adalah riba karena sudah sangat jelas larangan nya di dalam Alquran. Kedua ada juga maisyir atau perjudian. Dan yang ketiga adalah ghoror atau ketidakjelasan. Terapkanlah etika bisnis islam ini supaya tidak terjerumus pada sesuatu yang haram.

3. Menjadi Pebisnis yang Amanah

Salah satu sifat terbaik yang dimiliki oleh Rasulullah adalah amanah. Bahkan karena hal ini jugalah Rasulullah dipercaya oleh Siti Khadijah untuk Bersama-sama dalam menjalankan bisnisnya. Oleh karena itu, sifat yang satu ini juga wajib dimiliki oleh seorang pengusaha muslim.

Pebisnis yang amanah juga akan disenangi serta disukai oleh rekan-rekan bisnis yang lainnya. Hal ini juga akan menumbuhkan kepercayaan di mata para konsumen, klien, ataupun pelanggan. Pokoknya menjadi pebisnis yang aman itu banyak sekali untungnya.

4. Saling Toleransi dan Melayani Dengan Sepenuh Hati

Memberikan pelayanan terbaik serta saling bertoleransi juga merupakan etika bisnis islam yang lainnya. Islam sangat menganjurkan untuk tidak setengah hati dalam melayani para pelanggan, bahkan dianjurkan juga disertai dengan keramahtamahan.

Kemudian juga ada batas-batas toleransi yang perlu diperhatikan juga. Seperti misalnya tidak mengambil keuntungan secara berlebihan, menerima kembali barang yang pembeli tidak puas selama masih dalam batas wajar, dan lain sebagainya.

5. Hanya Menjual Barang yang Baik Saja

Seorang muslim hanya mengambil yang baik-baik saja. Bahkan selain jelas kehalalannya, dalam hal rizki juga Allah memerintah kan untuk mencari rizki yang baik (thoyyib). Hal ini juga berlaku dalam jual beli atau perniagaan.

Dalam salah satu hadist pun disebutkan bahwa jangan sampai meletakkan buah yang kualitasnya jelek di bagian bawah supaya tidak kelihatan. Bahkan kalau misalnya ada kecacatan dalam barang yang di jual, Islam memerintahkan untuk memberitahukannya kepada yang akan membeli.

6. Tidak Main Sumpah Namun Menghormati Perjanjian

Etika bisnis islam yang selanjutnya adalah tidak main sumpah namun tetap menghormati perjanjian.

Maksudnya sering ditemui pedagang atau pebisnis yang berani bersumpah terhadap dagangannya supaya calon pembeli merasa yakin dan percaya. Hanya saja hal tersebut adalah hal yang keliru karena Rasulullah pernah bersabda bahwa sumpah itu memang melariskan dagangan, hanya saja menghapus keberkatan.

Namun sebagai seorang pengusaha muslim wajib hukumnya untuk memenuhi dan menghormati berbagai perjanjian dengan mitra bisnis yang lainnya.

Dengan catatan perjanjian tersebut tidaklah berhubungan dengan sesuatu yang dilarang oleh syariat. Memenuhi perjanjian juga akan terhindar dari salah satu sifat orang munafik yaitu berkhianat.

7. Mencatat Hutang Piutang yang Terjadi

Salah satu hal yang menyebabkan suatu bisnis cepat gulung tikar karena tidak tertib dalam pencatatan keuangan.

Padahal Islam sangat menganjurkan pencatatan utang piutang ini selama menjalankan suatu bisnis. Hal ini bertujuan agar bisa mengingatkan salah satu pihak apabila di kemudian hari lupa atau khilaf.

Selain itu, dengan adanya pencatatan ini maka seorang pebisnis pun akan mengetahui kondisi keuangan yang sedang terjadi. Dengan begitu maka bisa disusun strategi apabila perlu mengurangi hutang dan lain sebagainya. 

Baca Juga: Kamu Seorang Trader Valas? Kini Aktifitas Trading Bisa Otomatis lho

8. Tidak Lupa Untuk menunaikan Zakat

Etika bisnis islam yang terakhir yaitu tidak lupa untuk menunaikan zakat. Sebagaimana diketahui bahwa zakat merupakan sesuatu hal yang wajib dalam Islam.

Bahkan hal yang satu ini juga masuk dalam salah satu rukun Islam. Artinya jika tidak ditunaikan berarti keislaman seseorang bisa dikatakan belum sempurna.

Nah untuk membersihkan harta yang didapat dalam berbisnis maka jangan sampai tertinggal untuk menunaikan zakat. Jika selama satu tahun laba yang didapatkan sudah memenuhi nishab yang berlaku, maka segera tunaikan zakat sebesar 2.5%.

Itulah delapan etika bisnis islam yang harus dipegang teguh oleh seorang pengusaha muslim.

Jika hal-hal yang sudah dijelaskan di atas memang benar-benar diamalkan selama berbisnis, maka tidak usah heran jika bisnis yang dijalankan akan berkembang dengan pesat. Selain akan mendapatkan rezeki yang berkah, hal tersebut juga bisa jadi sarana dakwah bagi para pebisnis lainnya.

Related posts