Daftar Investasi Bodong OJK 2021 Yang Perlu Diwaspadai

  • Whatsapp
Daftar Investasi Bodong OJK

Pihak dari Satgas Waspada Investasi atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan SWI yang diwakilkan oleh Tongam L Tobing selaku ketua. Menyatakan bahwa masyarakat harus berhati-hati serta waspada akan adanya sebuah penawaran berupa keuntungan menggiurkan namun ternyata mempunyai resiko merugikan. Dari hal ini terdapat daftar investasi bodong OJK 2021 yang perlu diketahui.

Sejumlah aplikasi yang memiliki banyak pengguna diketahui belum memiliki izin dari pihak terkait. Diantaranya seperti Snack Video serta juga Tik Tok Cash. Kedua aplikasi tersebut diminta untuk melakukan pemberhentian operasionalnya di negara Indonesia lantaran belum mengantongi izin. Berikut daftar dari investasi bodong yang telah dirilis oleh pihak OJK per bulan Maret tahun 2021 lalu:

Daftar Fintech P2P Illegal 

Dalam daftar data yang telah dirilis oleh pihak terkait mengenai daftar investasi bodong OJK 2021 yang dilakukan per bulan Maret kemarin. Terdapat beberapa fintech peer to peer dengan lending ilegal. Adapun daftar yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut:

  • Jenis aplikasi investasi bodong pertama yang tergolong P2P lending ilegal adalah “Go Duit”.
  • Berikutnya ada nama aplikasi “Dana Cepat “. 
  • Kemudian tidak ketinggalan nama aplikasi “Uang Pintar ” juga ikut tercatat. 
  • Daftar selanjutnya adalah bernama “Butuh Modal”, yang merupakan sebuah pinjaman dengan durasi waktu cepat untuk melakukan proses pencairan. 
  • Tercatat juga nama dari aplikasi “Dana Speed”. 
  • Lalu ada aplikasi bernama “Dana Saku” yang menyediakan layanan kredit dengan sistem online. 
  • “KSP Dana Saku” menjadi nama aplikasi yang turut masuk dalam daftar P2P lending ilegal. 
  • Diikuti dengan nama aplikasi “Halomoney”. 
  • Daftar nama P2P lending ilegal berikutnya diisi oleh aplikasi dengan sebuah “Refra App Store”. 
  • Ada juga nama aplikasi “Pinjamanku”, yang memiliki developer bernama Natalia Blum. 
  • Masih dengan nama aplikasi yang sama yaitu “Pinjamanku” namun berbeda developer, kali ini developernya mempunyai nama Kyle Haines. 
  • Nama dari aplikasi “Dana Kilat” dengan mempunyai semboyan berupa semua akan menjadi lebih gampang. 
  • Kemudian ada aplikasi “Uang Kilat” yang mempunyai developer bernama Agatha Shumard. 
  • Masih dengan nama aplikasi “Uang Kilat” akan tetapi dengan pihak developer dari dalam kenang. 
  • Kali ini juga masih di “Uang Kilat” dengan developer dari perusahaan bernama Graha Tirta Cantika. 
  • Aplikasi “Uang Kilat” berikutnya datang dari developer WA EYE. 
  • Jenis aplikasi lainnya juga ikut tercantum adalah “Laju Dana”. 

Daftar Entitas Ilegal 

Di samping data yang dirilis terkait P2P lending ilegal. Pihak terkait juga turut membahas menemani daftar investasi bodong OJK 2021 lain yaitu dari sisi entitas yang juga ilegal. Adapun daftar tersebut adalah sebagai berikut:

1. Berbagi Bintang Teknologi

Nama perusahaan pertama yang termasuk dalam daftar entitas ilegal adalah Berbagi Bintang Teknologi. Perusahaan ini diketahui melakukan kegiatan bisnis berupa equity crowdfunding yang berstatus tidak berizin. Perlu diketahui bahwa nama perusahaan ini masih berdiri dan tetap menjalankan aktivitasnya. Namun yang dilakukan penutupan hanyalah di bagian Stasasi saja lantaran izin belum diurus seluruhnya. 

2. Prioritas Inti Sejahtera 

Nama perusahaan Kedua ada perusahaan Prioritas Inti Sejahtera atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Smart In Pays. Perusahaan ini bergerak dalam bidang sistem pembayaran yang tidak mempunyai izin. Kata Smart In Pays sendiri merupakan sebuah aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan ini dengan menawarkan sejumlah fitur menarik bagi calon penggunanya. 

3. Sukses Indonetwork Digital 

Daftar nama perubahan lain yang juga ikut tercantum dalam entitas ilegal adalah Sukses Indonetwork Digital atau banyak yang menyebutnya VITO. Hal ini karena perusahaan ini menggunakan aplikasi yang juga bernama VITO. SID merupakan sebuah usaha penjualan yang dilakukan dengan cara langsung namun tidak mempunyai izin. 

Sistem kerja yang dilakukan pun tidak jauh berbeda dari sistem online pada umumnya. Diketahui jika perusahaan ini melakukan aktivitas penjualan produk digital atau banyak yang menyebutnya dengan istilah jasa digital advertising. 

4. Auto Sultan Community 

Perusahaan yang juga berstatus tak mengantongi izin dari pihak terkait ada nama Auto Sultan Community. Perusahaan ini diketahui bergerak dalam bidang jualan software untuk perdagangan berjangka dengan memberikan penawaran berupa sejumlah profit. Auto Sultan Community bisa juga dikatakan sebagai sesuatu komunitas yang fokus pada trader forex.

Perusahaan ini umumnya memakai sebuah peralatan trading yang tergolong canggih dengan nama Auto Pilot SmartX. Dimana alat ini telah dilengkapi dengan kepintaran buatan. Bahkan passive income yang ditawarkan diawali dari angka puluhan hingga mencapai ratusan juta rupiah. Serta masih banyak daftar investasi bodong OJK 2021 lainnya yang belum disebutkan. 

Demikian pembahasan mengenai beberapa daftar investasi bodong OJK 2021 yang perlu diwaspadai. Dengan adanya rilis sejumlah daftar investasi yang termasuk ilegal oleh pihak yang berwenang seperti SWI maupun OJK. Diharapkan dapat membuat para masyarakat lebih waspada dan berhati-hati. Tidak lain supaya masyarakat tidak mengalami penyesalan seperti kerugian di kemudian hari jika salah memilih tempat investasi.

Related posts