Deretan Contoh Puisi Hari Pahlawan Untuk Mengenang Jasa Para Pahlawan

  • Whatsapp

10 November merupakan salah satu tanggal bersejarah di kalender nasional, yang tepatnya disebut sebagai hari pahlawan nasional. Hingga kini, peringatan hari bersejarah tersebut selalu dirayakan setiap tahunnya dengan berbagai cara. Berpuisi, salah satunya. Tak heran, contoh puisi hari pahlawan seringkali menjadi top pencarian ketika mendekati tanggal 10 November.

Contoh Puisi Hari Pahlawan

Perjuangan gigih para pahlawan adalah semangat patriotisme dan nasionalisme yang harus dicontoh oleh rakyat Indonesia di zaman sekarang. Begitu banyak jasa yang telah mereka berikan untuk memerdekakan Indonesia, sudah sepatutnya tak hanya ditulis dalam buku sejarah saja. Melainkan, harus dikenang pula dalam hati, agar semangat yang pernah diberi juga tertular dalam diri.

Puisi seringkali dijadikan alat pengungkap ekspresi karena kata-kata indahnya yang mampu menyentuh perasaan. Penyusunan kata-kata bermakna dari puisi tak hanya melibatkan pemikiran penulisnya saja, melainkan perasaan sang penulis itu sendiri dari hati terdalamnya. Sudah banyak peringatan hari bersejarah yang menggunakan puisi sebagai media pengungkap emosi dalam merayakan peringatan tersebut.

Tidak akan mengherankan bila memilih puisi sebagai pengungkap rasa bangga pada segenap pahlawan yang telah gugur demi bangsa. Terutama untuk peringatan hari pahlawan nasional, tentunya akan membuat puisi tersebut semakin bermakna. Beberapa contoh puisi hari pahlawan berikut diharapkan dapat menjadi referensi untuk memulai menulis puisi dalam rangka memperingati hari pahlawan nasional!

1. Semangat Juang Demi Merdeka

Berkobar badai menyalak gebu

Menggilis hati hingga ke paru

Semangat juang bergema, menggerogot sukma

Demi bergelora kata “Merdeka!”

Misil berbalapan tiada henti

Tetes keringat sebagai bahan bakar senjata api

Meski gugur nyawanya, meski telah hilang raganya…

Sang Saka berkibar di atas perjuangan mereka!

2. Lahirnya Macan Asia

Pupus harapmu untuk merdeka

Di kala kolonial kembali menodong senjata

Hendak padamkan keyakinan, bahwa merdekamu takkan lagi berumur lama

Namun semangatmu yang membara, mematahkan segalanya

Engkau takkan mampu, negeri lemah, negeri baru lahir!

Mereka mencaci mengolok-olokmu

Teringat kembali segala tangis nenek moyangmu

Kau angkat senjatamu, meski mereka berkata tak mampu!

Bersanggama keringat dengan darahmu,

Di balik gigih dan semangatmu

Pertempuran neraka pun membara

‘Tuk buktikan pada mereka, Indonesia tak lagi sama

3. Ini jawaban kita, rakyat Surabaya!

Ini jawaban kita, rakyat Surabaya!

Takkan menyerahkan Sang Saka selama napas masih membara!

Ini jawaban kita, rakyat Surabaya!

Merdeka atau mati? Merdeka!!

Kami membentang senjata karena duluan ditantang

Memperkukuh pertahanan karena yang tak diundang ingin melengserkan

Memupuk persatuan karena harus kembali berperang

Memperjuangkan negeri demi kesejahteraan ibu pertiwi!

Ini jawaban kita, rakyat Surabaya!

Selama secarik kain putih bisa menjadi merah-putih,

Selama usia belum mencapai tahap tutup mata

Ini jawaban kita, rakyat Surabaya;

Merdeka atau mati? Merdeka!!

4. Kami Tak Akan Berhenti, Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Kami tak akan berhenti, berdiri di atas kaki sendiri

Sudah lelah Kami duduk

Tunduk pada orang berkulit putih

Bekerja tanpa digaji

Demi mengharap sesuap nasi

Kami tak akan berhenti, berdiri di atas kaki sendiri

Kami sudah lelah tidur

Di atas tanah kami yang bukan atas nama kami

Berselimut badai ketakutan dengan remang-remang harapan

Yang selalu dipatahkan karena tiadanya pemikir pintar

Mulai hari ini, kami tak akan berhenti; berdiri di atas kaki sendiri

Mengobarkan semangat juang demi negeri

Agar merah-putih mengulas senyum di atas bumi pertiwi

5. Badai Yang Berlalu

Pelik telah usai, peluk hangat telah datang

Gubuk kembali tentram, badai telang hilang

Cinta kasih pun berwarna

Di atas tanah merdeka

Di balik semua itu,

Ribuan darah menjadi pondasi dasarnya

Ribuan semangat, ide, strategi, menjadi tiang utamanya

Dan ribuan pahlawan, telah gugur demi membangunnya

Maka bersyukurlah, wahai rakyat Indonesia!

Angin kemerdekaan yang kau hirup, adalah badai yang telah dihalau

Oleh para raga yang tak gentar, yang kau kenang sebagai pejuang

6. Pahlawanku, Terkenang di Hati

Gelora semangat yang tak luntur

Membekas dalam pikiran, menggerakkan atma ‘tuk tak gentar

Negeriku takkan bisa seperti sekarang,

Tanpa perjuangan para pahlawan

Terbukui nama mereka, terkenang jasa mereka

Takkan sanggup membayar seluruh perjuangan itu

Meski masa telah berganti, meski mereka tiada lagi

Pahlawanku, akan selalu terkenang di hati

7. Patriotisme meninggal

Patriotisme meninggal

Tiada jejak, bagai ditelan ombak lautan

Tenggelam dalam dasar ketaksaan

Beriak sebelum senyap dalam angan

Patriotisme meninggal

Dimanipulasi pikiran orang pintar

Mengunggulkan lebih tajam produk asing

Menepikan milik lokal yang kalah saing

Patriotisme meninggal

Yang telah berjuang hanya tinggal nama

Bersemayam dalam buku sejarah tanpa dibaca

Hilang sudah gugur bunga dalam negeri, tertimpa bunga tetangga yang lebih asri

Sudah siap untuk menciptakan puisi sendiri dengan contoh referensi di atas? Semoga dengan hadirnya puisi-puisi tersebut dapat menggugah semangat untuk mengenang para pahlawan Indonesia yang telah berjasa. Dengan mengenangnya pula, semangat juang yang membara dapat diteruskan di masa depan. Selamat hari pahlawan nasional!

Related posts