Bosan jadi Ibu Rumah Tangga, Glenda Sukses Bangun Glerry Home Decor

Salah satu tantangan yang dirasakan oleh wanita yang biasa bekerja di kantor, kemudian alih profesi menjadi ibu rumah tangga adalah kebosanan. Biasa sibuk di kantor, lalu mendadak hanya di rumah saja. Itu juga yang sempat dirasakan Glenda Karina setelah menikah dengan sang suami Terry Suhendar. Untuk mengisi waktu luang, Glenda berpikir untuk membuat sebuah bisnis yang bisa ia jalankan dari rumah.

Karena sejak kecil hobi dengan desain dan senang juga mendekor rumah, ia lalu memutuskan untuk membuat produk yang bisa menyalurkan kegemarannya, yakni membuat produk untuk dekorasi rumah. “Awalnya mulai dari bantal sofa, karena sering beli sarung bantal untuk dekor di rumah,” ungkapnya. Saat memulai usahanya, Glenda mengaku tidak memiliki kenalan di bidang jahit dan desain, namun ia ‘beruntung’ karena bertemu dengan beberapa orang yang mau mengajarinya. Dari situ ia pun belajar untuk mengenal jenis-jenis kain, memotong, hingga menjahit kain.

 

Strategi Harga

Pada Mei 2015, Glerry Home Decor pun lahir. Bermodalkan uang Rp10 juta, ia mengivestasikan uangnya untuk produksi, foto produk, hingga packing. “Dari modal segitu akhirnya nggak terpakai semua, karena akhirnya uangnya muter lagi dari barang yang sudah laku,” ujarnya. Diambil dari namanya dan suami, ‘Glerry’ atau Glenda dan Terry, kini terus menghasilkan produk dekorasi rumah dengan gaya yang modern. Permainan motif unik diterjemahkan menjadi berbagai produk mulai dari taplak meja, bantal, tatakan piring, hingga karpet cantik. Dalam mencari inspirasi produk, ia mengaku mendapat banyak ide dari Pinterest, Instagram, hingga ke toko-toko offline dan bazaar demi mencari ide baru.

Meski cukup banyak memiliki kompetitor di bidangnya, Glenda mengaku punya strategi dalam memenangkan pasar. “Biasanya home decor itu harganya mahal-mahal. Kami ingin menyediakan produk home decor yang affordable, jadi bisa dijangkau oleh banyak orang,” sambungnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Glenda mengaku paling senang saat ia harus menentukan konsep untuk produk selanjutnya. Sebab, ada begitu banyak motif dan desain yang ingin ia ciptakan menjadi produk baru. Meski begitu, saat berbisnis ada pula masa di mana ia harus merasakan cemas dan kewalahan. Salah satunya saat ia harus memenuhi pesanan custom dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang sangat singkat.

“Waktu itu ada pesanan 1000 bantal custom dari sebuah perusahaan. Kami senang sekali, tapi semuanya harus selesai dalam waktu 3 hari saja.” Tantangan tersebut berhasil ia taklukkan, dengan hasil yang memuaskan. “Untungnya vendor yang saya ajak kerja sama bisa membantu menyelesaikan dengan baik. Customernya juga sangat puas,” ucapnya bangga.

Menjadi Seller of The Month di Qlapa

November ini, Glerry Home Decor terpilih menjadi Seller of The Month. Kebetulan ia juga merupakan salah satu seller yang pertama bergabung dengan Qlapa. Mendapatkan exposure yang lebih serta bisa membangun kepercayaan pada pelanggan adalah sejumlah kelebihan yang dirasakannya dengan memiliki toko di Qlapa. Salah satu hal yang menurutnya sangat penting diperhatikan adalah memiliki foto produk yang berkualitas. “Karena kita jualannya online, punya foto yang bagus memang sangat penting,” sambungnya.

Meski baru 2 tahun membangun usaha, Glenda tak menyangka jika hasilnya bisa sangat menguntungkan. Dibantu oleh 14 orang dalam timny, rata-rata dalam sebulan omzetnya adalah Rp30-40 juta. Ia pun membuktikan, bahwa meski tak bekerja di kantor, wanita tetap bisa tetap memiliki penghasilan yang baik.

Bagikan artikel ini http://blog.qlapa.com/xngc

Artikel Lainnya