Cerita Retno Bangun Bungas Bags dengan Modal Rp300 Ribu

Modal yang kecil memang semestinya tak jadi penghalang dalam memulai usaha. Dengan niat dan passion yang tinggi, sebuah ide bisa jadi sebuah bisnis yang sustainable. Seperti yang dialami oleh Retno Hardini Wahyundari. Sejak duduk di bangku SMA, ia mulai gemar mendesain tas dan baju. Lalu saat kuliah hasil desainnya dibuat menjadi produk jadi berupa tas yang ia pakai sendiri. Kesempatan untuk mengembangkan minatnya lalu hadir saat ia bersama temannya mengikuti sebuah kompetisi wirausaha di tahun 2012.
(more…)

TEST

Bosan jadi Ibu Rumah Tangga, Glenda Sukses Bangun Glerry Home Decor

Salah satu tantangan yang dirasakan oleh wanita yang biasa bekerja di kantor, kemudian alih profesi menjadi ibu rumah tangga adalah kebosanan. Biasa sibuk di kantor, lalu mendadak hanya di rumah saja. Itu juga yang sempat dirasakan Glenda Karina setelah menikah dengan sang suami Terry Suhendar. Untuk mengisi waktu luang, Glenda berpikir untuk membuat sebuah bisnis yang bisa ia jalankan dari rumah. (more…)

TEST

Budiana Silver, Makin ‘Hidup’ Setelah Jualan Online

Sebuah bukti bahwa teknologi bisa membawa perubahan yang baik pada masyarakat.

Jatuh bangun dalam membangun usaha memang sebuah hal yang wajar. Yang membedakan tentu saja bagaimana upaya untuk bangkit dari sebuah masalah yang ada. Hal ini dirasakan juga oleh Putu Budi Sanjaya saat membangun kembali Budiana Silver. Usaha yang dirintis oleh sang ayah ini sempat mengalami penurunan yang signifikan, sehingga ia merasa terpanggil untuk kembali menghidupkan brand tersebut. (more…)

TEST

Ammossi, Gelang Etnik Buat para Traveler

Dengan menentukan tema besar dari produknya, Ammossi bisa mengembangkan strategi bisnis secara terarah. Bahkan dengan menjadi menjadi sponsor sebuah film pendek yang bertema petualang.

Lebih dari sekedar pelengkap penampilan, aksesori bisa jadi bagian dari identitas seorang. Ini juga yang dirasakan Ecky Anugrah dari Ammossi. Ecky yang hobi traveling sering wara-wiri ke berbagai toko perlengkapan outdoor. Ia kerap mencari aksesoris untuk gayanya sehari-hari, namun rasanya tak ada yang sesuai dengan karakternya. “Ada beberapa gelang, bahannya kebanyakan dari paracord.  Menurut saya itu sudah terlalu umum dan mainstream. Di situ muncul ide untuk membuat gelang outdoor dari kerajinan kulit,” ujar pria kelahiran Jakarta 1 Mei 1992 ini. (more…)

TEST

Nyamnyon Crafty, Brand Handmade Penuh Cinta dari Arsitek dan Civil Engineer

Sebuah bisnis memang tak selamanya berhubungan dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan pendirinya.

Berprofesi sebagai arsitek dan civil engineer, siapa sangka jika pasangan Ibnu Khoiruli dan Intan Qurrotul Aini adalah dua orang di balik brand Nyamnyon Crafty. Brand yang berdiri sejak November 2016 ini memproduksi barang-barang yang berhubungan dengan keperluan interior rumah tangga, mulai dari sarung bantal, pouch, tote bag dan lainnya. “Awalnya karena memang hobi saya crafting, suka bikin benda-benda kerajinan. Jadi daripada cuma jadi hobi, mending dijadiin produk yang bisa dijual,” ujar wanita kelahiran Surakarta, 28 januari 1990. (more…)

TEST

Birru Jewelry Antarkan Ibu dan Anak Ini Ke Australia

Hubungan antara ibu dan anak tak selamanya hanya sebatas dalam urusan rumah atau keluarga. Hal ini dibuktikan oleh Rent Hayati dan Birru Pagi Lucha yang bersama-sama membangun sebuah brand perhiasan bernama Birru Jewelry.

Sama-sama gemar menggunakan aksesoris, Irent dan Birru kadang merasa ada yang kurang dengan perhiasan yang dibelinya. “Kadang rasanya kurang sreg atau modelnya pasaran. Kami jadi ingin bikin yang baru dan beda dari yang lain,” ungkap wanita kelahiran Padang, Sumatera Barat ini. Merasa ini adalah sebuah peluang usaha yang menjajikan, ia pun berinsiatif untuk memanggil guru untuk mengajarinya membuat perhiasan. Wire jewelry jadi pilihannya. Dari gurunya, ia mendapatkan basic untuk menciptakan perhiasan, mulai dari cara memegang tang hingga merangkai sebuah perhiasan yang cantik. (more…)

TEST