Cerita Retno Bangun Bungas Bags dengan Modal Rp300 Ribu

Modal yang kecil memang semestinya tak jadi penghalang dalam memulai usaha. Dengan niat dan passion yang tinggi, sebuah ide bisa jadi sebuah bisnis yang sustainable. Seperti yang dialami oleh Retno Hardini Wahyundari. Sejak duduk di bangku SMA, ia mulai gemar mendesain tas dan baju. Lalu saat kuliah hasil desainnya dibuat menjadi produk jadi berupa tas yang ia pakai sendiri. Kesempatan untuk mengembangkan minatnya lalu hadir saat ia bersama temannya mengikuti sebuah kompetisi wirausaha di tahun 2012.
Sayangnya usaha pertama yang ia buat tak bertahan lama. Beberapa bulan berselang, ia memutuskan untuk mundur karena ternyata tidak sejalan. Barulah pada 2013 ia mendirikan Bungas Bags, sebuah brand yang memproduksi tas untuk wanita muda dengan harga yang terjangkau. Bermodalkan uang Rp300.000, ia menggunakannya untuk membeli bahan dan membuat sampel untuk tas yang akan ia produksi.

“Saat itu memang modalnya kecil, uangnya juga hasil nabung dari uang jajan sehari-hari,” ujar wanita berhijab ini. Pilihannya untuk memproduksi tas dengan harga terjangkau juga dirasanya cukup tepat. Karena sebagai wanita, ia memang menggemari dan selalu butuh banyak pilihan tas. Dengan bendera Bungas Bags, ia memberikan pilihan tas dengan harga mulai dari Rp100 ribu hingga Rp200 ribu perbuahnya.

Dibantu oleh 4 pegawai, kini Retno telah memiliki satu toko yang ada di kota asalnya, Semarang. Ia juga kerap mengikuti event offline seperti bazar untuk lebih memperluas pasarnya. Sementara itu dari segi online, ia juga menjual produknya salah satunya di Qlapa. Bahkan berkat konsistensinya, bulan ini Bungas Bag terpilih menjadi Seller of The Month di Qlapa.

“Yang saya rasain di Qlapa itu segmennya jelas banget. Karena khusus untuk produk handmade,” ungkapnya. Retno juga merasakan betul bagaimana visualisasi sebuah produk sangat menentukan penjualannya secara online. Untuk itu ia selalu memastikan bahwa foto dan deskripsi produknya terpenuhi dengan baik. Kini dalam sebulan ia mengaku bisa mengantongi omzet hingga Rp15 juta. Ke depannya ia ingin melakukan ekspansi dengan memproduksi tas. Ia juga berharap produknya bisa masuk ke toko-toko besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya.

Bagikan artikel ini http://blog.qlapa.com/jyqx

Artikel Lainnya