Iseng-Iseng, Danila Hasilkan Kalung Tenun nan Cantik

Sebuah usaha kadang bisa berkembang dari kebutuhan kita sendiri. Seperti yang terjadi pada Danila Riyadi. Sebagai seorang wanita yang menyukai aksesoris, Danila kerap kesulitan menemukan produk aksesoris yang pas untuknya. “Awalnya saya memang dari dulu sudah menyukai craft. Dan kebetulan saya suka aksesoris berbahan ringan dan tidak mengganggu aktivitas. Tapi memang agak sulit menemukannya, karena biasanya bahannya berat,” ujar wanita yang berdomisili di Bali. Akhirnya pada 2014, tercetus ide untuk membuat sebuah brand yang menciptakan produk produk aksesoris bergaya etnik namun tetap modern, dan bisa dikombinasikan untuk gaya sehari-hari. Dari situ lahirlah yang brand yang ia namakan Arkana by Danila.

Sebuah Proyek ‘Iseng-iseng’

Berprofesi sebagai seorang fashion designer yang fokus pada pakaian pengantin, pesta, dan kebaya, Danila mengaku bahwa ini adalah sebuah proyek ‘iseng-iseng’. Dibantu oleh 3 pengrajin part time, ia bisa menghasilkan 40-50 produk tiap bulannya.

Meski terbilang tidak terlalu fokus dengan brand ini, nyatanya Danila tetap memilih bahan baku yang terbaik untuk produknya. Ia mengaku sangat menyukai kain tradisional Indonesia, terutama tenun. “Saya mencoba mengkombinasikan kain tenun dengan benang-benang rajut yang akhirnya menjadi berbagai aksesoris seperti kalung, anting, scarf, dan lainnya.”  Kain tenun troso dari Jepara dan tenun endek dari Bali menjadi favorit untuk dijadikan bahan baku. Alasannya, warna kainnya sangat colorfull dan bervariasi. Cocok untuk brand yang ia ciptakan. Hasilnya, produk Arkana by Danila terlihat memiliki ciri khas warna-warna yang vibrant dan desain yang dinamis.

 

Menjadi Seller of the Month di Qlapa

Dalam memasarkan produknya, Danila mengandalkan sosial media dan e-commerce seperti Qlapa untuk  memasarkan produknya. Sejak 2016 ia bahkan sudah memasarkan produknya di Qlapa dan bulan ini mendapatkan predikat sebagai Seller of the Month. “Berjualan di Qlapa menurut saya pengalaman yang menyenangkan. Sebagai seller juga sangat diperhatikan, dan kalau ada kesulitan juga cepat untuk ditanggapi,” ujar alumni Universitas Trisakti jurusan Ekonomi ini.

Sudah berjalan sekira 4 tahun, Danila menjalaninya dengan senang hati dan begitu ringan. Sesuai nama brandnya, Arkana yang berarti hati yang terang, ia juga menjadikan brand ini sebagai misi sosialnya. Sebagian penjualannya selalu ia sisihkan untuk Panti Asuhan. Karena itu pula, ia mengaku tidak memiliki ambisi besar terhadap brand ini.

Ia mengungkapkan hanya ingin mengembangkan produk baju yang bisa menjadi kombinasi untuk aksesoris yang ia jual. “Saya juga ingin membuat varian baju untuk padanan kalung dan produk aksesoris Arkana by Danila,” tutupnya.

Bagikan artikel ini http://blog.qlapa.com/mubt

Artikel Lainnya