Lewat Qlapa, Adhi Sasmita Hidupkan Brand yang ‘Tertidur’ 13 Tahun

Bagi sebagian orang, memiliki sebuah brand yang sukses adalah sebuah cita-cita besar. Hal ini yang juga sempat diinginkan oleh Adhi Sasmita. Pada 2005, ia dan sang istri bermimpi tentang sebuah brand yang fokus pada kreasi tenun dalam bentuk yang modern. Konsep, nama, bahkan tag produk sudah dipersiapkan. Namun semuanya seakan terlupakan saat Adhi memulai sebuah bisnis baru. (more…)

Lewat Kandi Batik, Nana Salurkan Cintanya pada Kain Tradisional

Passion yang besar pada kain tradisional jadi modal utama dalam membangun Kandi Batik.

Sebuah hal yang dilakukan karena rasa cinta tentu akan terasa ringan dan menyenangkan. Inilah yang dirasakan Hindun Diana saat membangun Kandi Batik, brand yang fokus pada batik ready to wear untuk wanita usia produktif. Dirintis sejak 2012, awalnya ia membuka butik kecil di lingkungan perumahan. Hampir 75% produk yang dihasilkan adalah permintaan customize.

Atas nama cinta pada batik

Menggeluti usaha di bidang fashion etnik, tak ada skill khusus yang dimilikinya. Wanita yang akrab disapa Nana ini mengaku hanya bermodal nekat dan cinta yang besar pada kain etnik, khususnya batik. Sebelumnya ia bekerja sebagai karyawan kantoran khususnya di bidang marketing dan humas. “Awalnya suka desain sendiri lalu dibuat ke tukang jahit. Saya juga sangat hobi hunting kain-kain etnik ke berbagai daerah,” urai Nana. Berbagai kain favoritnya antara lain batik Solo, Pekalongan, Yogyakarta, Cirebon, hingga tenun dari NTT.

Salah satu keunggulan dari Kandi Batik, menurut Nana adalah dari jahitan kainnya yang halus. Ia juga memilih untuk menggunakan kain dengan kualitas yang baik dan sangat menghindari penggunaan kain print. Sesuatu yang menurutnya sangat menyengsarakan pengrajin kain. “Salah satu cita-cita saya memang untuk terus membantu menghidupkan pengrajin di Indonesia.”

Berbagai koleksi ready to wear dalam bentuk blus, celana, hingga dress-nya dihargai mulai dari Rp425.000 hingga Rp1,5 juta rupiah.

Babak baru di dunia marketplace

Awalnya usahanya berjalan lancar, hingga beberapa tahun belakangan ia merasakan penjualannya kurang memuaskan. “Sekitar 3 tahun terakhir memang penjualan offline kurang bagus,” ungkap Nana.

Untuk tetap menghidupkan Kandi Batik, berganti strategi penjualan akhirnya jadi pilihan. Perlahan ia pun mulai menggeluti ranah online lewat media sosialnya. Berbagai produk ready to wear mulai dipasarkan lewat sosial media hingga akhirnya bergabung dengan marketplace, salah satunya Qlapa sejak November 2017.

Kemudahan dalam memasarkan produk secara online begitu dirasakan Nana. Jika sebelumnya produk Kandi Batik hanya bisa digunakan oleh sejumlah orang, kini lebih banyak konsumen yang bisa merasakan produknya. Seiring dengan meluasnya target market, perbaikan yang signifikan pada omzet juga dirasakan oleh Nana. “Bulan pertama saya masuk di Qlapa, langsung ada penjualan. Jadi makin semangat saya dalam berkarya,” pungkasnya.

Bahkan belum satu tahun bergabung dengan Qlapa, Kandi Batik terpilih menjadi Seller of the Month. Hal ini tentu saja tak lepas dari semangat dan usahanya untuk menjadikan brand ini lebih baik. “Puji syukur Alhamdulillah. Bahagia rasanya hasil karya saya dan tim bisa diterima dan disukai konsumen. Namun saya tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian ini, saya harus meningkatkan lagi kualitas dan kreasi produk saya,” ujarnya.

 

Cita-cita luhur

Salah satu hal paling tidak terlupakan dalam sejarah Kandi Batik adalah terpilih untuk mengikuti sebuah fashion show yang dikurasi oleh desainer kondang, Samuel Watimena. “Saat itu saya baru bergabung dalam sebuah perkumpulan UKM binaan dan tidak menyangka kalau produk saya diapresiasi oleh mereka,” ujarnya bangga. Dalam lima tahun ke depan, Nana berharap bisa terus berinovasi dan menciptakan produk yang disukai masyarakat. Ia juga menaruh harapan besar agar kreasinya dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup para pengrajin kain di daerah.

Semoga!

Diskon 10% di Qlapa dengan Jenius Pay!

Dapatkan potongan belanja sebesar 10% untuk semua produk di Qlapa dengan pembayaran menggunakan Jenius Pay.

Syarat dan ketentuan promo:

  1. Berlaku untuk pembelian dengan transaksi minimal Rp350.000
  2. Diskon yang diberikan adalah 10%, dengan maksimum potongan Rp100.000
  3. Pada halaman pembayaran, pilih metode Jenius Pay dan masukkan kode voucher JENIUS10
  4. Periode promo 1-31 Oktober 2018.
  5.  Voucher tidak dapat digabungkan dengan promo lainnya dan tidak dapat dikembalikan jika terjadi pembatalan dari pembeli.

Bayar dengan CC & Debit Bank Permata, Diskon Rp50.000

Nikmati kemudahan bertransaksi di Qlapa dengan menggunakan kartu kredit dan debit online Permata Bank dan dapatkan diskon tambahan sebesar Rp50.000.

Syarat dan ketentuan promosi:

  • Diskon Rp50.000 untuk berlaku untuk pembelian semua produk.
  • Potongan harga diberikan setelah memilih metode pembayaran ‘Kartu Kredit’
  • Untuk transaksi dengan debit online Permata Bank, pilih metode pembayaran kartu kredit dan masukkan informasi kartu
  • Masukkan kode voucher Permata50 lalu proses pesanan
  • Berlaku untuk seluruh transaksi menggunakan PermataDebit Plus dan PermataKartuKredit (Visa/Master Card)
  • Untuk pembelian dengan Aplikasi Qlapa, promo hanya bisa digunakan pada versi 2.6 ke atas
  • Berlaku dari tanggal 1 Oktober – 31 Desember 2018
  • Minimum transaksi adalah Rp 350.000

Iseng-iseng, Bu Nini Hasilkan Omzet Puluhan Juta Perbulan

Jeli melihat peluang. Kemampuan ini memang diperlukan oleh seorang pengusaha. Ini jadi salah satu skill yang dimiliki oleh Nini Ting, owner dari Brockton Shoes. Brand yang ia kembangkan dari sekadar ‘iseng-iseng’ sejak 2014.

Menjadi seorang pengusaha sepatu sebetulnya tidak menjadi cita-citanya. Semua berawal dari bisnisnya di bidang bahan baku sepatu di Surabaya. “Waktu itu saya melihat ada penurunan pesanan dari industri yang biasa membeli di saya.  Akhirnya saya mulai pelajari sedikit demi sedikit soal sepatu,” ungkap Bu Nini. Kala itu, ia pun kerap memberi masukan pada rekanan bisnisnya, misalnya bahwa beda bahan baku, maka beda juga desain yang diterapkan. (more…)