Review Lengkap Batik Semarang: Sejarah, Motif, & Sentra Kerajinan

Siapa yang menyangka bahwa batik Semarang dulu pernah merajai perdagangan tekstil di Jawa Tengah. Bahkan, eksistensinya mengalahkan dua pusat perkembangan batik saat ini, yaitu Jogja dan Solo. Tapi, itu dulu. Sebelum kemudian di porak-porandakan dua kali pada masa penjajahan. Yaitu pada saat masa penjajahan Belanda dan oleh tentara Jepang saat pertempuran lima hari di Semarang terjadi. (more…)

TEST

Sejarah Kesuksesan Batik Lampung : Perjuangan Pantang Menyerah

Batik Lampung pertama kali dikembangkan oleh Andrean Sangaji (seorang budayawan Lampung) pada tahun 1970-an. Meski belum terlalu diketahui hingga sekarang, namun batik ini tetap memiliki corak khas tersendiri. Bahkan beberapa coraknya sudah dimuseumkan di luar negeri. Tepatnya beberapa museum Australia, Hawai, dan Amerika. Beberapa corak terkenal tersebut ialah corak perahu dan corak pohon hayat (pohon kehidupan). Kedua corak ini sudah menjadi semacam trademark tersendiri bagi batik Lampung. (more…)

TEST

Cerita Retno Bangun Bungas Bags dengan Modal Rp300 Ribu

Modal yang kecil memang semestinya tak jadi penghalang dalam memulai usaha. Dengan niat dan passion yang tinggi, sebuah ide bisa jadi sebuah bisnis yang sustainable. Seperti yang dialami oleh Retno Hardini Wahyundari. Sejak duduk di bangku SMA, ia mulai gemar mendesain tas dan baju. Lalu saat kuliah hasil desainnya dibuat menjadi produk jadi berupa tas yang ia pakai sendiri. Kesempatan untuk mengembangkan minatnya lalu hadir saat ia bersama temannya mengikuti sebuah kompetisi wirausaha di tahun 2012.
(more…)

TEST
Sejarah Batik Indonesia

Di Balik Sejarah Batik Indonesia Dari Dulu Hingga Jaman Sekarang

Sejarah batik Indonesia bak sebuah samudra yang tak kan pernah selesai untuk diselami. Diceritakan, kain ini memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit. Kerajaan yang dulu pernah begitu berjaya.

Kesenian membatik juga tak lepas dari sejarah penyebaran islam di Pulau Jawa. Dalam beberapa catatan sejarah, pengembangan batik yang pesat dilakukan pada zaman Kesultanan Mataram. Kemudian, dilanjutkan oleh Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta (hingga sekarang).

Awal mula sejarah batik

Sejarah batik Indonesia telah diketahui sejak 1000 tahun lalu. Kemungkinan paling besar ialah berasal dari Mesir kuno atau Sumeria. Diketahui, teknik membatik juga tersebar di beberapa negara Afrika Barat seperti Nigeria, Kamerun, serta Mali. Sementara di Asia, teknik semacam ini juga berkembang cukup pesat di negara India, Sri Langka, Bangladesh, Iran, Thailand, China, Malaysia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kesenian membatik merupakan seni menggambar dengan media kain yang dilakukan menggunakan lilin malam. Berdasarkan sejarah dahulu kala, kesenian batik masih dianggap sakral. Oleh karena itu, hanya kalangan keraton saja yang menekuni kesenian tersebut. Kain atau pakaian hasil membatik pun hanya diperuntukkan kepada raja beserta keluarganya. Karena kebutuhan akan kain tersebut semakin meningkat, teknik membatik mulai diajarkan kepada para abdi dalem. Mengingat kebanyakan abdi dalem tinggal di luar kerajaan, secara perlahan kesenian ini pun mulai menyebar. Hingga akhirnya, sejarah kegiatan membatik menjadi pekerjaan kaum wanita rumah tangga guna mengisi waktu luang mereka.

Sejarah batik: tokoh awal penggagas batik nusantara

Batik Nusantara IndonesiaPesatnya perkembangan sejarah batik tulis Indonesia tentu tak lepas dari peran tokoh-tokoh penggiat kain khas Nusantara ini. Berkat karya serta kreatifitas mereka, kita bisa berbangga dengan aneka ragam model yang ada sekarang. Siapa sajakah mereka?

  1. Sejarah Pertama ialah Go Tik Swan, atau lebih dikenal dengan nama K.R.T. Hardjonagoro. Beliau lahir pada tanggal 11 Mei 1931, dan sekarang menetap di Surakarta. Beliau merupakan salah satu sastrawan juga budayawan terbaik Indonesia.
  2. Kemudian ada Iwan Tirta. Bagi pecinta kain khas Nusantara pasti sudah tak asing lagi dengan nama ini. Beliau kelahiran Blora, Jawa Tengah, 18 April 1935 dan wafat di Jakarta tanggal 31 Juli 2010 pada usia 75 tahun. Iwan Tirta merupakan seorang perancang busana asal Indonesia yang terkenal dengan karya-karya berunsur batik. Dari tangan beliau pula, produk tekstil asli Nusantara dipamerkan dalam ajang fashion Internasional.
  3. Selanjutnya ialah Carmanita, penemu teknik membatik pada kain lycra. Beliau berhasil memadukan batik dengan bahan lycra dimana bahan tersebut meupakan bahan berserat renggang. Untuk pencapaiannya itu, beliau dianugerahi rekor MURI pada bulan Mei 2009.

Tokoh-tokoh lain yang juga berperan besar dalam sejarah batik Indonesia sebenarnya masih sangat banyak. Seperti Bagong Kussudiardjo, Eman Suparman, Ibu Sud, Tuti Cholid, Edward Hutabarat, Hokky Sitongkir, dan masih banyak lagi.

Sejarah batik Nusantara Berdasarkan Coraknya

Batik NusantaraSejarah perkembangan corak batik Nusantara pastinya tak akan lepas dari pengaruh keratonan. Terutama untuk corak tradisional yang biasa digunakan dalam acara-acara adat:

  • Corak tradisional. Ornamen-ornamen hias utamanya kebanyakan berupa penggambaran alam sekitar. Seperti tumbuh-tumbuhan, hewan, serta pemandangan alam. Contoh corak alami ini ialah corak Parang. Parang merupakan penggambaran deburan ombak laut yang tak pernah lelah menghempas tebing. Ada pula motif Kawung. Pola utamanya terinspirasi bentuk buah Kawung (kolang-kaling). Selain itu, corak tradisional juga sering menggunakan ornamen-ornamen benda keratonan sebagai inpirasi polanya.
  • Corak modern. Motif tradisional terkesan memiliki warna serta corak terbatas. Berbeda dengan ragam corak modern. Dimana pola ornamen utamanya terkesan bebas, karena banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing. Perkembangan motif-motif modern ini kebanyakan terjadi pada daerah pesisir karena disana banyak pedangan asing berlabuh kemudian menetap. Akibatnya, terjadi fenomena percampuran budaya (baik dari segi warna maupun ornamen utama). Seperti penggunaan warna-warna cerah sebagai warna dasar kain. Contoh, warna merah dan pola burung phoenix yang dibawa oleh bangsa Tionghoa. Kemudian ada pula motif bunga-bunga seperti bunga tulip hasil pengaruh bangsa Eropa.

Membaca sejarah batik Indonesia dan klaim oleh Malaysia

Sejarah Batik indonesiaKenyataan bahwa sejarah teknik membatik bukan lahir di Indonesia memang benar adanya. Namun yang berhasil mengembangkan teknik membatik hingga sejauh ini, tak lain adalah Indonesia. Terutama pulau Jawa. Meski setiap daerah Indonesia punya corak dan ciri tersendiri, poros utama perbatikan Indonesia tetap berada di Jawa.

Perjalanan sejarah batik sebagai identitas bangsa bukan tanpa rintangan. Pada 2008 silam, kain warisan nenek moyang nusantara ini pernah diklaim oleh Malaysia. Mereka membuat pernyataan bahwa kain khas tersebut adalah kebudayaan milik Malaysia. Alhasil, terjadilah polemik dengan Negeri Jiran.

Sebagian besar masyarakat Indonesia menentang penyataan tersebut. Baik itu secara langsung maupun lewat sosial media. Pemerintah Indonesia pun tak tinggal diam ketika mendengar pernyataan tersebut. Hingga kemudian pemerintah segera berinisiatif untuk medaftarkan batik ke dalam jajaran daftar representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO (Representative List of Intangible Cultural Heritage-UNESCO). Perjuangan guna mendapatkan pengakuan representatif tersebut pun bukan perkara mudah. Butuh waktu sekitar 4 bulan hingga pengajuan dari pihak Indonesia diterima secara resmi oleh UNESCO. Yaitu dari 3 September 2008 hingga 9 Januari 2009.

Akhirnya pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan sejarah batik Indonesia dalam daftar representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia yang dilaksanakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Sejarah batik menurut teknik pembuatannya

Tak hanya corak dan motif, sejarah teknik membatik pun juga berkembang pesat di Nusantara. Berikut adalah beberapa diantaranya :

  • Batik Tulis. Teknik membatik menggunakan alat canting dan lilin malam secara manual menggunakan tangan. Karena merupakan kerajinan tangan, hasil gambar setiap pola pun jarang sama san terkesan tidak simetris. Karena hal tersebut pula, harga perlembar kainnya pun adalah yang paling mahal. Semakin rumit pola, maka akan makin lama juga proses pengerjaannya.
  • Batik Cap. Teknik cap sebenarnya juga masih dikerjakan menggunakan tenaga manusia. Proses pembuatan pola utama menggunakan alat menyerupai cetakan. Sehingga, proses pengerjaannya pun tidak selama teknik tulis. Namun, hasil motif keseluruhan biasanya berupa ornamen hias utama yang berulang.
  • Lukis. Sesuai dengan namanya, teknik lukis mengharuskan pengrajin melukis secara langsung diatas kain. Proses pelukisan pola biasanya dilakukan secara bersamaan dengan pewarnaan. Hal tersebut bertujuan agar pengrajin mendapatkan susunan warna sesuai keinginan.
  • Batik Ikat celup. Teknik ikat celup banyak berkembang didaerah Banjarmasin. Proses penggambaran pola utama dilakukan dengan mengikat kain kemudian mencelupkannya ke dalam cairan pewarna. Di Jawa, teknik ini dikenal dengan istilah Tritik atau Jumputan.
  • Batik Printing. Teknik printing lahir sebagai pemecahan masalah efisiensi waktu dalam produksi. Proses pembuatan pola biasanya dibantu oleh mesin. Sehingga, produksi tekstil pun menjadi lebih cepat juga lebih banyak.

Fasilitas museum sejarah batik di Pekalongan

Museum Sejarah BatikMuseum Sejarah Batik Pekalongan terletak di Jalan Jetayu No.1 Pekalongan, Jawa Tengah yang memilki luas bagunan sekitar 40 meter persegi. Didalamnya terdapat kurang lebih sekitar 1149 koleksi kain Nusantara. Museum Pekalongan memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Ruangan terdiri dari ruang koleksi, ruang perpustakaan, kedai workshop, ruang pertemuan, serta ruang konsultasi atau pelayanan hak kekayaan intelektual (HKI). Ruangan koleksi museum sendiri, ada tiga macam ruangan.

  • Pertama ialah ruangan guna memamerkan koleksi kain dari daerah pesisir Jawa seperti Cirebon, Pekalingan, Batang dan Rembang. Terdapat pula alat-alat guna melakukan proses pembatikan seperti canting beserta wajan juga kompornya.
  • Ruang pamer kedua, berisi kain koleksi hasil sumbangan pejabat-pejabat tinggi negara. Seperti kain dari Susilo Bambang Yudhoyono beserta Istri, sumbangan dari Hatta Rajasa beserta istri, serta juga sumbangan dari Pak Habibie dan istrinya Ainun.
  • Sementara ruang pamer ketiga merupakan ruangan guna memamerkan kain dari berbagai daerah. Seperti Banten, Kalimantan, Garut, Indramayu, Madura, dan Papua. Karena hal tersebut pula, ruang pamer ini diberi nama Ruang Batik Nusantara.
TEST