alat musik triangle

Ulasan Lengkap Alat Musik Triangle! Sejarah, Fungsi, Pembuatan Dll

Alat musik Triangel adalah instrumen musik yang memiliki penampilan sangat sederhana, yaitu berbentuk segitiga. Triangel termasuk dalam kategori perkusi idiofoni. Digolongkan sebagai idiofoni karena instrumen ini menghasilkan suara dari seluruh bagian yang digetarkan.

Triangel dikatakan berasal dari Belanda. Namun ada pula teori yang menyebutkan bahwa instrumen ini berasal dari Inggris. Bagaimana pastinya, masih belum diketahui hingga kini.

Sejarah Alat Musik Triangle

Menurut catatan kesusatraan yang ada, triangel pertama kali dibuat pada sekitar abad ke 16 masehi. Pencipta dari triangel sendiri tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, dalam catatan sejarah lagu-lagu klasik di Eropa, instrumen berbentuk segitiga sama sisi ini sudah pernah dimainkan dalam Orkestra klasik barat sekitar pada abad 18 masehi.

Musisi yang menggunakan instrumen ini pada masa itu diantaranya ialah Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig Van Beethoven. Musisi-musisi tersebut bukanlah musisi sembarangan. Mereka merupakan musisi tersohor Eropa yang hingga kini masih dikenal. Salah satu permainan triangel paling menonjol pernah diperlihatkan pula pada saat konser piano Franz Liszt’s. Di konser itu, ada beberapa momen di mana triangel mendapatkan bagian untuk dimainkan secara solo. Bahkan konser itu sempat disebut atau dijuluki sebagai konser triangel.

Pada masa abad ke-19 masehi, alat musik triangle juga sempat digunakan dalam beberapa pentas atau konser lainnya seperti pada lagu-lagu karya Richard Wagner “Bridal Chorus” dari “Lohengrin”. Richard Wagner sendiri merupakan seorang komponis dengan pengaruh besar di Jerman. Beliau merupakan salah satu pakar teori musik terkenal lewat karya operanya. Dalam catatan sejarah musik, ia digolongkan sebagai seorang komponis zaman romantic.

Masih banyak nama-nama musisi dunia yang menggunakan triangle dalam lagu ciptaannya. Di antaranya, Jhon Deacon dari grup band Rock Queen. Ia memainkan triangle di pertunjukan band-nya yang bertema Killer Queen. Kemudian ada Joni Mitchell dalam lagunya “Big Yellow Taxi”. Serta Henry Mancini dalam Pink Panther.

Bentuk Serta Bahan Pembuat Alat Musik Triangle

alat musik triangle

Nama alat musik triangel sudah pasti diambil dari bentuk instrumen ini sendiri. Menurut Kamus bahasa Inggris tri = tiga dan angle = segi. Suara hasil keluaran instrumen ini bisa dibilang tak memiliki tangga nada. Artinya irama bunyi keluarannya tergantung dari pemakai atau pemain instrumen serta bahan pembuatannya.

Triangle biasanya terbuat dari bahan logam. Namun ada pula yang terbuat dari bahan baja atau jenis logam lainnya. Di bagian sudut alat musik ini, terdapat sebuah lubang (atau bentuk lain) sebagai tempat mengikat seutas tali. Konon katnya, dulu seutas tali tersebut terbuat dari usus binatang. Seiring perkembangan zaman, bahan usus ini mengalami perubahan dan digantikan bahan kawat atau nilon sebagai pegangan ketika instrumen hendak dimainkan.

Umumnya, alat musik ini memiliki ukuran sekitar 15 cm hingga 18 cm pada setiap sisinya. Kemudian ketika hendak dimainkan, diperlukan sebuah alat pemukul (stick) berbahan logam pula. Awalnya triangle memiliki bentuk umum segitiga sama sisi. Namun seiring perkembangan zaman, instrumen ini juga ada yang dibuat berbentuk segitiga sama kaki. Lalu ada pula penambahan cincin-cincin serupa lempengan besi guna menimbulkan suara gemerincing tambahan.

Cara Memainkan Alat Musik Triangle

Ada banyak macam cara berkembang dalam memainkan instrumen triangle. Cara yang akan dipilih tergantung pada jenis musik dan kemampuan bermusik dari sang pemain. Contohnya saja pada lagu samba, musik rock dan musik rakyat (tradisional). Triangel banyak dimainkan dengan gaya bervariasi dan terkesan lebih atraktif.

Secara umum, triangle dapat dimainkan dengan cara memukul sisi bagian luarnya. Tetapi bila pemain membutuhkan irama lagu dengan perubahan tempo cepat, maka pukulan yang dilakukan harus dipindah ke sisi bagian dalam triangle. Sehingga bisa menghasilkan suara keras dengan tempo lebih cepat.

Ada catatan penting ketika memainkan alat musik triangle. Yaitu jangan sekali-kali menyentuh badan atau besi segitiga ketika instrumen ini sedang bergetar atau berbunyi. Kenapa demikian? Hal itu dikarenakan alat ini dibuat untuk menghasilkan suara dari getaran. Bila disentuh atau tidak sengaja tersentuh tangan, momentum dari getaran tersebut akan terganggu bahkan terhenti. Alhasil suara keluarannya pun tidak akan sempurna.

Fungsi Alat Musik Triangle

Seperti diketahui, Triangle merupakan kelompok instrumen ritmin atau disebut juga jenis perkusi idiofoni. Contoh beberapa instrumen kategori idiofoni diantaranya ialah bel, simbal, chimes dan triangle. Triangle bisa dibilang sebagai “alat bantu” atau instrumen pengiring atau imbuhan dalam sebuah lagu.

Ada lagu yang memainkan triangel sekali-sekali dalam “bar” dan ada juga yang memainkannya dengan penuh variasi dan atraktif. Walaupun triangle hanya sebagai “alat bantu” dalam sebuah lagu, tidak menutupi kemungkinan jika pemain hendak memainkan instrumen ini sebagai melodi dalam lagunya.

Seorang ahli perkusi (Percussionist) pernah berkomentar di dalam buku berjudul Grove Dictionary of Music an Musician, “The triangle is by no means a simple instrument to play”, artinya “Triangle bukanlah sebuah alat musik yang mudah untuk dimainkan”. Dalam buku tersebut ia berkomentar bahwa triangle merupakan instrument yang sangat unik dan tidak sembarangan orang bisa memainkannya. Walau terkesan “sepele”, sesungguhnya instrumen ini tidak mudah untuk dimainkan.

Umat kristen biasanya menggunakan triangel sebagi pengiring lagu-lagu rohani. Salah satunya ialah band indie bernama Tutor Accoustic. Tutor Accoustic merupakan band bertema religi kristen. Mereka juga beranggapan bahwa instrumen ini pada dasarnya memang digunakan untuk mempermanis suasana dari arransemen sebuah lagu. Mulai dari Jazz Ensemble, Smooth Jazz, Pop, Latin Jazz, Balad, dan lain sebagainya.

alat musik tiup tradisional Indonesia

7 Macam Alat Musik Tiup Tradisional Asli Indonesia! Review & Ulasan!

Taukah Anda apa saja Alat Musik Tiup tradisional Indonesia? Yuk kenali kekayaan Indonesia dari segi seni musik tradisional.

Indonesia berikut segala perbedaan di dalamnya mungkin sudah bukan hal asing lagi bagi kita. Kebudayaan, adat istiadat, kepercayaan, serta segala keragaman lain dari negeri ini bahkan sudah banyak dikenal di mata dunia.

Keberagaman ini tak hanya dari hal-hal besar namun juga dari hal-hal kecil seperti salah satunya ialah alat musik tiup Indonesia. Berikut adalah beberapa diantaranya :

Serunai Banjar

alat musik tiup tradisional Indonesia

Serunai Banjar merupakan instrumen musik yang sering dimainkan ketika acara Bakuntau atau biasa dikenal seni bela diri silat asal banjar. Alat musik tradisional ini berasal dari Kalimantan Selatan. Serunai banjar memiliki bentuk menyerupai terompet dengan model ukiran khas pada bagian badannya. Kemudian pada bagian mulut terdapat reeds ganda yang berfungsi untuk membantu meniup serunai dan langsung mengenai bibir pemain.

Reeds pada serunai biasanya terbuat dari daun kelapa kering yang dipasangkan ke arah tempat meniup. Serunai Banjar umumnya dimainkan bersamaan dengan alat musik tradisional lain sebagai pengiring seni Kuntau (sebuah kesenian beladiri) atau tari kuda kepang.

Serangko

Alat musik tiup serangko

Serangko adalah sebuah alat musik tradisional asal Jambi yang dimainkan dengan cara ditiup. Serangko terbilang sangat unik karena terbuat dari tanduk kerbau panjang. Panjang tanduk bisa sekitar 1 hingga 1,5 meter.

Dulunya, Serangko hanya digunakan oleh komandan pasukan perang untuk memberikan sinyal komando. Selain itu, Serangko juga sering digunakan sebagai pemberitahuan kepada masyarakat kawasan tertentu jika ada musibah mendekat. Misal seperti angin kencang atau ada warga sekitar yang meninggal dunia.

Serdam

alat musik tiup tradisional serdam

Bila dilihat sekilas, Serdam akan nampak seperti seruling pada umumnya. Bedanya, serdam mampu menghasilkan nada dasar G sebagai Do dan memiliki 5 lubang yang bisa menghasilkan tangga irama do re mi fa sol. Serdam juga menghasilkan suara musik sendu seakan pemain sedang merasakan “kesedihan”. Atau sang pemain sedang menghibur diri dari sakit hati yang menimpanya.

Serdam merupakan alat musik tiup yang terbuat dari bambu berbentuk bulat dengan garis tengah dari 1 – 1,5 cm dan panjang 25 – 26 cm. Diameter lubang serdam biasanya sekitar 4 cm dan jarak ujung Serdam ke lubang tadi sekitar 4 cm juga. Jarak antar masing-masing lubang nada diberi 2 cm, dan jarak lubang klep pertama dan kedua juga 2 cm simetris.

Foy doa

alat musik tiup foy doa

Foy Doa merupakan alat musik tiup yang berasal dari Flores. Hingga sekarang, tidak diketahui umur pasti Foy doa. Hal ini dikarenakan tidak adanya catatan peninggalan sejarah terkait Foy doa. Instrumen ini memiliki bentuk seperti sebuah suling ganda yang terbuat dari buluh/bambu kecil “bergandengan” sebanyak 2 atau lebih.

Foy doa biasanya dimainkan oleh para remaja dalam sebuah permainan rakyat (seperti bentengan, dll) pada malam hari. Nada yang dihasilkan dari Foy Doa-pun bisa berupa nada tunggal ataupun nada ganda tergantung dari pemainnya.

Cara memainkan Foy Doa sama seperti memainkan seruling pada umumnya. Tarik nafas secukupnya dan hembuskan lewat mulut. Sementara beberapa jari tangan digunakan untuk menutup lubang suara. Foy Doa banyak dimainkan untuk mengiringi syair-syair musik bertema tentang kehidupan.

Sunding Tongkeng

Sunding Tongkeng adalah sebuah nama alat musik tiup asal NTT. Nama Sunding Tongkeng sendiri berkaitan dengan bentuk dan cara memainkannya. Instrumen ini memiliki bentuk “berbuku-buku” dan salah satu ujung jari di ruasnya dibiarkan saja. Bentuk ruas bambu dan bulu memiliki panjang hingga 30 cm. Sunding Tongkeng memiliki 6 buah lubang suara. Kemudian sebagian lubang peniupnya dililitkan sedikit daun tala.

Cara memainkan alat musik tradisional ini seperti mirip seperti suling. Karena posisisi meniupnya tegak, orang Manggarai menyebutnya Tongkeng dan Sunding adalah nama lain dari Suling. Sunding Tongkeng biasanya digunakan hanya pada saat malam hari sewaktu menjaga hewan ternak (pada daerah itu biasanya adalah babi).

Saluang

alat musik tiup saluang

Saluang merupakan alat musik tiup asal Minangkabau. Alat musik ini terbuat dari bambu tipis berjenis bambu talang. Menurut masyarakat sekitar, bambu talang diyakini sebagai bahan terbaik untuk menjadi bahan pembuatan Saluang. Saluang juga merupakan alat musik tradisional yang masih satu keluarga dengan Suling. Bedanya, saluang hanya memiliki 4 lubang saja. Panjang Saluang berkisar 40 – 58 cm dan garis tengah 3 – 3,5 cm.

Menurut sejarahnya, dulu sempat ada seorang pemain Saluang terkenal bernama Idris Sutan Sati dan penyanyinya bernama Syamsimar. Keistimewaan beliau sebagai seorang pemain adalah teknik yang digunakan dalam meniup sekaligus menarik nafas secara bersamaan sehingga tak perlu berhenti untuk bernafas.

Tiap-tiap daerah di Minangkabau memiliki teknik meniup dengan gayanya masing-masing seperti contoh ada gaya Singgalang, Solok Salayo, Koto Tuo, Suayan, dll. Selain itu, masyarakat juga percaya bahwa ada beberapa jenis Saluang yang diyakini memiliki kekuatan magis dan dapat digunakan sebagai perantara sihir atau ilmu hitam.

Pareret

alat musik tiup pareret

Pareret adalah alat musik tiup asal NTB. Pareret terbuat dari bambu dan memiliki bentuk seperti terompet. Pareret sangat sering dimainkan dalam musik orkestra sebagai pembawa melodi. Instrumen ini banyak berkembang di Lombok tepatnya bagian barat. Menurut sejarahnya, pareret dibawa oleh orang-orang Bali.

Dalam pembuatannya, Pareret membutuhkan hari baik sesuai hitungan “Pahing”. Saat pembuatannya juga beberapa penduduk menyediakan sesajen yang berupa beras, kepeng bolong, benang kotak setukel, serta buah pinang. Menurut mereka, sesajen pada saat pembuatan memiliki makna perlindungan agar pembuat tidak terkena mata merah dan berair. Pareret banyak dimainkan pada saat upacara persembahyangan (kelengkapan upacara) dan ulang tahun pura Bali di Lombok Barat.

alat musik sumatra utara

Ulasan Alat Musik Alat musik Sumatera Utara! Yuk Kenali Lebih Jauh

Sudah tau Alat Musik Sumatera Utara ada apa aja? Simak ulasannya berikut ini.

Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak kekayaan alam serta ragam suku dengan kebudayaan masing-masing. Bukannya malah terpecah belah, provinsi yang dulunya bernama Gouverment van Sumatera ini makin bersatu dan tetap melestarikan kebudayaan tersebut. Salah satunya ialah menjaga seta melestarikan alat musik tradisional mereka. Berikut adalah beberapa alat musik tersebut : (more…)

alat musik sumatra barat

Review Alat Musik – Alat Musik Sumatera Barat – Qlapa.com

Nuansa etnik Minangkabau begitu kental di daerah Sumatera Barat. Terutama pada nuansa kesenian serta kebudayaan yang beredar di masyarakat. Lagu-lagu daerah Minang memang dapat diracik dengan hampir segala macam jenis aliran musik. Paduan nikmat irama tersebut, tentu tak lepas dari peran alat musik Sumatera Barat yang begitu beragam. Berikut adalah ulasan dan contoh contohnya : (more…)

alat musik sulawesi selatan basi basi

Review Alat Musik – Alat Musik Sulawesi Selatan! QLAPA.COM

Alat Musik Sulawesi Selatan! Kebudayaan di provinsi Sulawesi Selatan banyak dipengaruhi oleh perpaduan etnis dan suku Makassar, Bugis, Pettae, Mandar, Duri, Konjo dan Suku Selayar.

Masing-masing suku tersebut punya ciri khas masing-masing. Baik itu tradisi, adat-istiadat, pakaian, kesenian, hingga alat musik tradisional yang biasa dimainkan. Berikut adalah beberapa alat musik tradisional khas Sulawesi Selatan :

Tolindo

Alat Musik Sulawesi Selatan Tolindo

Tolindo merupakan alat musik yang memiliki bentuk paling unik diantara instrumen lain. Tolindo dibuat dari bahan kayu berbentuk seperti busur, dengan dawai panjang membentang dari ujung ke ujung.

Tolindo termasuk ke dalam instrumen yang dimainkan dengan cara dipetik. Tolindo biasanya dimainkan oleh para petani saat melakukan panen sawah mereka atau saat mengisi waktu senggang para remaja.

Kacaping

alat musik sulawesi selatan kecaping kecapi

Kacaping memiliki dua buah dawai utama. Cara memainkan kacaping adalah dengan memetik dawai tersebut. Kacaping diyakini dibuat oleh pelaut asal Bugis. Ukuran Kacaping biasanya berkisar antara 40 cm hingga 50 cm.

Alat musik ini sangat dikenal dan sering dimainkan terutama pada acara-acara adat seperti upacara pernikahan, penjemputan tamu, atau saat bersenda gurau bersama keluarga. Lagu-lagu yang diiringi oleh kacaping biasanya adalah lagu bertempo sedang dan cepat.

Ana Bacing

alat musik sulawesi selatan ana bacing

Ana bacing merupakan alat musik tradisional Sulawesi Selatan yang terbuat dari bahan logam. Instrumen ini memiliki bentuk menyerupai dayung. Ana bacing dimainkan dengan cara membeturkannya satu sama lain. Ana bacing biasa dimainkan dalam acara-acara karnaval budaya maupun upacara adat.

Gesok-gesok

alat musik sulawesi selatan gesok-gesok

Bila dilihat dari segi bentuk, gesok-gesok memiliki bentuk menyerupai biola. Hanya saja lebih sederhana. Gesok gesok termasuk kedalam kategori alat musik tradisional gesek. Gesok gesok memiliki dua buah dawai dan dimainkan dengan cara menggesek dawai tersebut menggunakan busur senar. Sayangnya, keberadaan instrumen khas ini mulai terpinggirkan karena hanya sedikit orang yang menekuni cara bermain gesok-gesok.

Alosu

Alosu merupakan salah satu alat musik ritmis tradisional Sulawesi selatan. Cara memainkan Alosu adalah dengan menggoyang-goyangkan Alosu hingga mengeluarkan bunyi. Biasanya Alosu dibuat dari bahan anyaman bambu berbentuk kotak-kotak kecil bertangkai, dan di dalamnya diberi biji atau batu kerikil kecil. Meski kelihatannya mudah dimainkan, ternyata perlu kepiawaian khusus untuk mengocok atau menggoyangkan Alosu. Tujuannya ialah agar Alosu mampu menghasilkan rancak irama yang enak di dengar.

Puwi-puwi

Alat musik sulawesi selatan puwi puwi

Puwi-puwi atau juga disebut puik-puik adalah sebuah alat musik berupa terompet khas Sulawesi Selatan. Bentuk dan cara memainkan puw-puwi sama persis seperti beberapa instrumen dari daerah lain di Indonesia.

Contoh misal serunai di Sumatera, Sronen di Jawa Timur, dan Tarompet di Jawa Barat. Dibutuhkan pernapasan yang baik untuk menghasilkan nada-nada nanmerdu. Kualitas permainan Puwi-puwi bergantung sepenuhnya pada kemampuan pemain dalam mengatur napas.

Rebana

alat musik rebana biang

Rebana merupakan alat musik membranophone tradisional Sulawesi Selatan. Cara memainkan Rebana adalah dengan cara memukul dan menabuh membran atau bagian kulit menggunakan tangan. Biasanya membran pada Rebana dibuat dari kulit hewan.

Kulit hewan yang biasa digunakan yaitu sapi atau kambing. Rebana kerap ditampilkan pada acara hajatan, pernikahan, ataupun acara-acara keagamaan seperti gambus dan sholawatan.

Basi-basi atau Klarinet

alat musik sulawesi selatan basi basi

Masyarakat Bugis menyebutnya Basi-basi, sementara masyarakat Makassar menyebutnya Klarinet. Alat musik tradisional Sulawesi Selatan ini adalah sebuah alat musik tiup yang didalamnya terdapat membran rangkap. Setiap membran berfungsi untuk memberikan irama berbeda-beda. Basi-basi biasanya dibuat dari bahan logam untuk memberikan daya tahan lebih lama.

Suling Lembang

Suling Lembang memiliki delapan buah lubang nada dan memiliki ukuran lumayan besar jika dibandingkan dengan seruling pada umumnya. Dimensi panjang ukuran suling lembang adalah sekitar 100 cm dan diameter umum adalah 2 cm.

Cara memainkan suling lembang sama dengan cara memainkan suling pada umumnya yakni ditiup. Semetara sejumlah jari mengatur buka tutup lubang nada. Semakin lincah pergerakan jari maka semakin mudah perpindahan nada.

Gendang Bulo

alat musik sulawesi selatan gendang bulo

Gendang Bulo adalah satu dari sekian alat musik tradisional yang masih dimainkan hingga saat ini. Seperti dalam pagelaran acara-acara besar semacam hajatan, pernikahan serta pagelaran budaya.

Cara memainkan Gendang bulo adalah dengan ditepuk atau ditabuh menggunakan tangan. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, keberadan Gendang Bulo dianggap mampu meningkatkan semangat dan suka cita pada acara yang diselenggarakan.

Popondi

Popondi adalah alat musik yang memiliki kesamaan bentuk serupa rebab. Namun dari segi cara memainkanya, jauh berbeda. Popondi dimainkan dengan cara memetik dawai yang meregang dari ujung busur ke ujung busur lainnya. Suara hasil keluaran Popondi termasuk unik. Popondi banyak berkembang dikalangan masyarakat makassar dan sekitarnya.

Idiokordo

alat musik idiokordo

Idiokordo merupakan alat musik petik tradisional khas masyarakat sulawesi selatan. Idiokardo dimainkan dengan cara memetik dawai menggunakan tangan.

Idiokardo berkembang di daerah bugis. Dibutuhkan kepiawaian tangan dan stamina yang besar dari pemain musik untuk dapat menjaga tempo lagu saat memainkan Idiokordo.

Lalosu Sessungriu

alat musik lalosu sessungriu

Bahan dasar pembuat Lalosu adalah bambu.Lalosu umumnya diisi oleh kerikil atau batu kecil pada bagian dalamnya. Pada salah satu ujung Lalosu Sesungriu diberi hiasan berbentuk seperti kepala ayam. Lalosu Sessungriu ini termasuk kedalam alat musik ritmis tradisional yang tidak memiliki banyak nada. Cara memainkan Lalosu Sessungriu ini adalah dengan cara dikocok sehingga batu batu di dalam tabung berbentuan dengan dinding tabung dan menghasilkan bunyi. Lalosu sendiri berarti bolak balik dan Sessungriu adalah alat yang dimainkan dalam seni tarian adat Alusu.